Siapa Sangka? Wisata Kuliner Pos Ketan 1967 Jadi Favorit Sejak Zaman Nenek Buyut

Siapa Sangka? Wisata Kuliner Pos Ketan 1967 Jadi Favorit Sejak Zaman Nenek Buyut

💡 Ringkasan Artikel:Pos Ketan Legenda 1967, ikon kuliner Batu Malang sejak 1967 yang buka sampai dini hari. Nikmati berbagai varian rasa ketan susu yang melegenda.


Gila, liburan di Kota Batu, Malang emang selalu jadi favorit karena udara sejuknya, pemandangannya yang kece, dan pilihan tempat wisata bikin kota ini nggak pernah sepi pengunjung.

Tapi, gini nih, liburan ke tempat dingin kayak Batu pasti rasanya kurang lengkap kalau kamu nggak nyemil atau berburu makanan hangat. 

Dari semua spot kuliner di sana, ada satu nama yang kayaknya sudah jadi ikon kuliner yang super legendaris dan wajib banget kamu singgahi yaitu Pos Ketan Legenda 1967. Pernah dengar?

Seperti namanya, tempat sederhana ini sudah jualan ketan sejak tahun 1967. Umurnya sudah lebih dari setengah abad! Itu artinya, nenek moyang kita dulu juga sudah menikmati ketan yang sama.

Kalau kamu penasaran kenapa Pos Ketan Legenda 1967 bisa bertahan di tengah gempuran kuliner modern yang makin gokil, sini deh, aku ajak kamu time travel sedikit!

 


Kisah Manis dari Tahun 1967

Jujur, pertama kali dengar namanya, aku penasaran, kenapa harus ada kata "Pos" dan "Legenda"? Kayak nama pahlawan di komik, ya. Tapi, ternyata di balik nama itu ada cerita perjuangan yang menyentuh hati.

Usut punya usut, usaha ini lahir dari kisah yang sederhana tapi penuh perjuangan di era 60-an, pas Indonesia lagi berbenah setelah merdeka.

Pendirinya, Ibu Siami, itu nekat banget buka usaha ketan kecil-kecilan. Dulu banget, Ibu Siami ini jualan ketan di depan kantor pos. Makanya, orang-orang zaman dulu kalau mau beli ya nyebutnya "ketan di pos". Simpel, kan? Dari situ nama "Pos" melekat sampai sekarang.

Terus, kenapa jadi "Legenda"? Ya karena memang ketan ini melegenda di kalangan para pelanggannya yang setia. Jadi, Pos Ketan Legenda 1967 itu bukan cuma gimmick nama, tapi ini murni pengakuan dari konsumen yang sudah menikmati cita rasa otentiknya dari generasi ke generasi.

Uniknya lagi, lokasi mereka itu strategis banget, lho. Dekat banget sama Alun-alun Kota Batu. Nggak heran kalau tempat ini jadi tujuan wajib wisatawan dan warga lokal, apalagi kalau malam hari.

Mereka buka lumayan panjang, dari jam 10 pagi sampai jam 2 dini hari WIB! Kayaknya cuma Pos Ketan ini, deh, yang siap sedia nemenin kamu ngemil sampai pagi.

Awalnya, pelanggan setia mereka itu kebanyakan supir truk dan supir travel yang lewat malam-malam, tapi sekarang sudah merambah ke mahasiswa dan para turis.

Pos Ketan Legenda 1967 juga sudah memiliki berbagai cabang yang tersebar di Batu, Malang dan Sidoarjo. Buat cabang di Kota Batu, lokasinya ada di sebelah barat Alun-alun Kota Batu yang pastinya gampang banget dicari.

 


Keistimewaan Resep Tua, Rasa Juara

Kalau kamu tanya rahasia Pos Ketan Legenda 1967 bisa bertahan di tengah persaingan kuliner yang kayak lautan, jawabannya cuma satu, konsistensi resep tradisional.

Mereka tuh kayak nggak mau kompromi soal rasa asli. Meski sekarang banyak ketan yang makin kekinian, mereka tetap setia sama resep yang dipakai sejak awal berdiri.

Mereka pakai bahan-bahan lokal pilihan, mulai dari ketan yang katanya premium banget sampai santan kental yang legit, dan semua itu diolah secara tradisional.

Namun, ada insight menarik juga nih. Meskipun mereka memegang teguh cara tradisional, ternyata untuk bahan bakunya, ada kabar bahwa mereka menggunakan ketan pilihan dari Thailand karena dianggap lebih gampang diolah dan lebih awet dibanding ketan lokal.

Tapi sebenarnya, mau ketannya dari mana, skill dan resep warisan keluarga untuk bikin ketan yang super lembut dan pulen itu menjadi kunci yang membuat usaha ini popoler hingga sekarang.

 

Potret Ketan PKL Premium Mengunggah Selera
Potret Ketan PKL Premium Mengunggah Selera

Varian Toping yang Bikin Kalap

Awalnya, menu mereka sederhana banget, cuma ketan orisinal dengan bubuk kelapa. Tapi seiring berjalannya waktu, mereka terus berinovasi. 

Sekarang, ada puluhan varian rasa yang ditawarkan. Bahkan, ada lebih dari 15 varian topping yang menggugah selera, gokil kan?

Kalau kamu pecinta rasa otentik, kamu bisa cobain rasa original yang isinya ketan dengan bubuk kacang kedelai, parutan kelapa, dengan siraman gula jawa cair.

Tapi, kalau kamu tipikal anak muda yang suka rasa-rasa unik, tenang aja, pilihan kamu banyak banget. Ada ketan susu keju, ketan susu meses, ketan keju meses, ketan putri salju, sampai ketan susu pisang.

Tapi, dari semua menu, ada satu yang paling sering jadi highlight dan disebut-sebut sebagai favorit yaitu ketan durian. Ketan durian ini memang signature banget. Kalau kamu penasaran, kayaknya wajib cobain ketan durian susu keju atau ketan durian susu vla.

Seperti yang disampaikan oleh Purwateja, wisatawan asal Bali, yang sudah berkali-kali mampir ke Pos Ketan 1967.

Ia berkomentar begini, “Rasa ketan yang memang juara, dengan banyak varian rasa yang disediakan. Ketan nangka dan durian memang menjadi favorit saya. Setiap main ke malang tidak lupa untuk mampir kesini.”

Salah satu ulasan yang cukup menarik juga datang dari traveler bernama ADI, melalui Tripadvisor.co.id. 

ADI cerita kalau dirinya sudah beberapa kali mampir ke Pos Ketan Legenda 1967 yang lokasinya persis di dekat Alun-Alun Kota Wisata Batu. 

Tempatnya memang nggak terlalu besar, dan justru itulah yang bikin suasananya terasa hangat dan klasik. Walaupun mungil, kedai ini hampir nggak pernah sepi pengunjung.

Menurut ADI, pilihan menunya juga cukup banyak dan semuanya terlihat menggoda. Tapi karena ruang makannya lumayan kecil, kalau lagi penuh-penuhnya kamu mungkin lebih nyaman buat bungkus dan makan di luar. 

Soal kebersihan, ia juga bilang kalau tempatnya tergolong cukup baik, pelayannya ramah, dan area parkirnya mudah ditemukan di sekitar Alun-Alun.

Yang bikin asik, harganya itu nggak bikin kantong jebol, lho. Rata-rata menu ketannya di bawah Rp 10.000. Murah banget buat level jajanan legendaris!

Selain ketan, di sini kamu juga bisa ngemil gorengan kayak sate usus, martabak, atau gemblong. 

Minumannya juga komplit, ada kopi susu jahe, kopi jahe, susu murni, soda gembira, sampai STMJ (Susu Telor Madu Jahe). Cocok banget buat menghangatkan badan di Kota Batu yang terkenal dingin.

 

Suasana antrean pengunjung Pos Ketan Legenda
Suasana antrean pengunjung Pos Ketan Legenda

Strategi Pemasaran dan Ekspansi Cabang

Coba deh kamu pikirin, gimana sih caranya warung yang sudah ada sejak tahun 1967 ini bisa tetap bertahan di era TikTok dan Instagram?

Meskipun mereka mempertahankan resep asli, Ternyata Pos Ketan Legenda 1967 juga nggak mau cuma main aman. Mereka nggak gentar sama kompetisi ketat dan inovasi kuliner baru yang terus bermunculan.

Di era digital ini, mereka tuh bikin gebrakan dengan memanfaatkan media sosial. 

Mereka juga jago banget bikin konten yang bikin kita ngiler, kayak postingan foto ketan yang estetik atau stories yang nunjukkin proses pembuatan ketannya.

Selain itu, mereka juga update banget sama tren saat ini, seperti memakai aplikasi delivery dan rajin berkolaborasi sama influencer kuliner.

Ke depan, kayaknya Pos Ketan Legenda 1967 juga sudah siap banget buat terus eksplorasi. Mereka bilang bakal tetap setia sama resep yang sudah legendaris, tapi juga terbuka buat berinovasi lagi.

Tentu, ini adalah pelajaran berharga buat semua pelaku UMKM, untuk senantiasa berinovasi kalau mau bertahan lama.

Lagi-lagi, liburan ke Kota Batu pasti nggak lengkap rasanya kalau nggak mampir ke ke ikon kuliner khas Batu yang satu ini.

Kamu bisa datang sore, malam, bahkan sampai dini hari buat menikmati kelezatan ketan yang sudah melegenda dari zaman buyut kita. So, jangan sampai melewatkan cita rasa warisan sejak 1967 ini!

Yuk, dukung terus kuliner lokal biar cita rasa legendaris kita makin hits dan mendunia.

Dari sekian banyak pilihan toping tadi, mana sih yang paling bikin lidah Kamu gak sabar buat cicip-cicip? Spill menu incaranmu di kolom komentar, ya!

Kalau artikel ini sukses bikin Kamu laper dan pengen langsung tancap gas ke Batu, jangan disimpan sendiri. Bagikan info ini ke sahabat, pasangan, atau grup keluarga yang hobinya jajan!

So, Pos Ketan Legenda 1967 bukan cuma soal tempat makan, tapi soal merawat sejarah dalam setiap suapan.



FAQ

1. Apa saja Menu Pos Ketan Legenda 1967 Batu?

Menu andalannya meliputi Ketan Bubuk (Original), Ketan Serundeng, Ketan Durian, Ketan Susu Keju, hingga Ketan Ayam Pedas.


2. Di mana lokasi Pos Ketan Malang?

Selain pusatnya di Alun-Alun Batu, cabang di Malang tersebar di beberapa titik strategis seperti Jalan Soekarno-Hatta dan area Merjosari.


3. Kapan jam buka Pos Ketan Legenda 1967 Alun-Alun Batu?

Biasanya buka mulai pukul 09.00 hingga 24.00 WIB (setiap hari), namun puncak keramaian terjadi pada malam hari.


4. Apakah ada cabang Pos Ketan Legenda Surabaya?

Ya, Pos Ketan Legenda telah mengekspansi cabangnya ke Surabaya, salah satunya di kawasan Jalan Ahmad Yani.

”Sevenstar

Penulis: Asher Angelica Sila Wardani (ica)

Sumber:          

  • Tripadvisor. Ulasan Pos Ketan Legenda 1967. Diakses pada 11 Desember 2025, dari https://www.tripadvisor.co.id/Restaurant_Review-g297710-d15032154-Reviews-Pos_Ketan_Legenda_1967-Malang_East_Java_Java.html
  • Senyum Word Hotel. (2024). Pos Ketan Legenda 1967 Kuliner Nusantara yang Selalu Hits!. Diakses pada 11 Desember 2025, dari https://senyumworldhotel.com/pos-ketan-legenda-1917-kuliner-nusantara-yang-selalu-hits/
  • Christiandi, D. (2025). Gurih dan Pulen! Ini Resep Rahasia Ketan Kukus ala Pos Ketan Legenda 1967, Spot Kuliner Legend Kota Batu. Diakses pada pada 11 Desember 2025, dari https://radarmadiun.jawapos.com/kuliner/806220640/gurih-dan-pulen-ini-resep-rahasia-ketan-kukus-ala-pos-ketan-legenda-1967-spot-kuliner-legend-kota-batu
  • Blok-a.com Internship. (2024). Cabang Pos Ketan Legenda di Malang: Jam Buka dan Harga. Diakses pada 11 Desember 2025, dari https://www.blok-a.com/kuliner/cabang-pos-ketan-legenda-malang-jam-buka-dan-harga/
  • Rasida, C., Suryaningsih, I., & Sumani. (2024). THE ANALYSIS OF MARKETING STRATEGIES AT THE 1967 LEGENDA KETAN POST, BATU CITY, INDONESIA. IJSDR - International Journal of Scientific Development and Research (www.IJSDR.org), 9(9), 304-310.


Postingan Terkait

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *