TKA Adalah: Pengertian, Tujuan, dan Jadwal Lengkapnya

TKA Adalah: Pengertian, Tujuan, dan Jadwal Lengkapnya

Sevenstar Digital - TKA adalah singkatan dari Tes Kemampuan Akademik, asesmen nasional pengganti Ujian Nasional yang mengukur capaian akademik siswa SD, SMP, dan SMA/SMK secara objektif dan tidak menentukan kelulusan.

TKA diselenggarakan oleh Kemendikdasmen sebagai pengganti Ujian Nasional sejak tahun 2025. Sifatnya tidak wajib dan tidak menjadi syarat kelulusan siswa. Hasil TKA berupa Sertifikat Hasil TKA (SHTKA) yang dapat dipakai sebagai validator nilai rapor dan pendukung jalur SNBP.

Jadwal TKA 2026 berbeda untuk tiap jenjang, mulai dari awal tahun hingga akhir tahun. Materi ujian disesuaikan dengan jenjang, mulai dari dua mata pelajaran dasar hingga lima mata pelajaran.

 

Apa Itu TKA Sebenarnya?

TKA adalah asesmen standar nasional yang dirancang untuk mengukur capaian akademik individu siswa pada mata pelajaran tertentu sesuai kurikulum yang berlaku.

Tes ini lahir dari kebutuhan adanya pelaporan capaian akademik individu yang terstandar setelah beberapa tahun tidak tersedia data semacam itu akibat penghapusan Ujian Nasional.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menjelaskan bahwa ketiadaan laporan capaian akademik yang terstandar selama ini menimbulkan masalah objektivitas ketika data rapor antar sekolah dibandingkan dalam proses seleksi.

TKA hadir untuk mengisi kekosongan itu dengan menyediakan data yang bisa dipertanggungjawabkan secara nasional.

Berbeda dari Ujian Nasional yang dulu menitikberatkan pada hafalan materi buku pelajaran, TKA lebih menekankan penalaran, pemahaman konsep, dan kemampuan menerapkan pengetahuan pada situasi nyata.

Pendekatan ini membuat soal TKA cenderung berbasis Higher Order Thinking Skills, bukan sekadar mengingat rumus atau fakta.

 

Baca Juga: Cara Daftar Universitas yang Menggunakan Nilai TKA di Seleksi Mahasiswa Baru

 

Mengapa TKA Diadakan Menggantikan Ujian Nasional?

TKA diadakan untuk menyediakan data capaian akademik yang objektif setelah Ujian Nasional dihapus dan tidak ada penggantinya yang setara selama beberapa tahun. Tanpa data semacam ini, sekolah dan pemerintah kesulitan memetakan kualitas pendidikan secara adil.

Kemendikdasmen menyebutkan beberapa tujuan utama penyelenggaraan TKA, di antaranya memperoleh informasi capaian akademik murid yang terstandar untuk keperluan seleksi, menjamin akses penyetaraan hasil belajar bagi murid jalur pendidikan nonformal dan informal, serta mendorong peningkatan kapasitas pendidik dalam menyusun penilaian yang berkualitas.

Selain itu, hasil TKA dipakai untuk memetakan kualitas pendidikan di berbagai daerah sehingga kebijakan pendidikan dapat berbasis data yang lebih akurat.

Penting dipahami bahwa TKA tidak dimaksudkan sebagai penentu kelulusan. Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen menegaskan bahwa TKA adalah sarana memperoleh potret kemampuan akademik murid secara adil dan objektif, bukan alat untuk meluluskan atau menggagalkan siswa.

 

Apa Perbedaan TKA dengan Ujian Nasional dan Asesmen Nasional?

TKA berbeda dari Ujian Nasional karena sifatnya tidak wajib dan tidak menjadi syarat kelulusan, sementara Ujian Nasional dulu wajib diikuti dan menentukan kelulusan siswa.

TKA juga berbeda dari Asesmen Nasional karena TKA mengukur capaian akademik individu per mata pelajaran, sedangkan Asesmen Nasional lebih berfokus pada evaluasi mutu sistem pendidikan secara keseluruhan lewat sampel siswa, bukan seluruh individu.

Ujian Nasional dahulu menitikberatkan pada penguasaan materi hafalan dari buku pelajaran. TKA justru menekankan pemahaman dan penerapan konsep melalui penalaran, analisis, dan pemecahan masalah.

Pada pelaksanaan tahun 2026, TKA untuk jenjang SD dan SMP bahkan dirancang terintegrasi dengan Asesmen Nasional sebagai satu instrumen pemetaan capaian akademik murid secara nasional.

Satu kesamaan penting adalah ketiganya berskala nasional dan diselenggarakan oleh pemerintah. Namun tujuan, format, dan dampaknya terhadap siswa berbeda: Ujian Nasional untuk kelulusan, Asesmen Nasional untuk evaluasi sistem, dan TKA untuk mengukur prestasi akademik individual yang bisa dimanfaatkan siswa saat melanjutkan pendidikan.

Siapa Saja yang Menjadi Peserta TKA?

Peserta TKA adalah siswa kelas akhir pada tiap jenjang, yaitu kelas 6 SD/MI, kelas 9 SMP/MTs, dan kelas 12 SMA/MA/SMK/MAK, atau satuan pendidikan lain yang sederajat. Keikutsertaan bersifat sukarela sehingga siswa memiliki kebebasan mengikuti atau tidak tanpa konsekuensi langsung terhadap status kelulusan mereka.

Meskipun tidak wajib, banyak sekolah dan dinas pendidikan mendorong partisipasi penuh karena hasil TKA memiliki nilai strategis, terutama bagi siswa kelas 12 yang berencana melanjutkan ke perguruan tinggi negeri.

Bagi jenjang SD dan SMP, hasil TKA lebih berfungsi sebagai alat pemetaan mutu pembelajaran dan validator nilai rapor di sekolah masing-masing.

 

Bagaimana Jadwal Pelaksanaan TKA 2026 untuk Tiap Jenjang?

Jadwal TKA 2026 berbeda antara jenjang SD-SMP dan jenjang SMA-SMK, dengan periode pendaftaran, simulasi, dan pelaksanaan yang ditetapkan terpisah oleh Kemendikdasmen. Berikut gambaran umumnya berdasarkan siaran resmi dan pemberitaan terbaru.

Untuk jenjang SD dan SMP, pendaftaran peserta dibuka pada 19 Januari hingga 28 Februari 2026, dilanjutkan simulasi ujian untuk jenjang SMP pada 23 Februari hingga 1 Maret 2026.

Pelaksanaan utama TKA SMP berlangsung pada 6 hingga 16 April 2026, sedangkan TKA SD dilaksanakan pada 20 hingga 30 April 2026. Pengolahan hasil dilakukan pada 18 hingga 23 Mei 2026, dan hasil diumumkan pada 24 Mei 2026.

Untuk jenjang SMA/MA dan SMK/MAK, jadwal sempat mengalami penyesuaian menjadi lebih awal. Pendaftaran peserta dibuka mulai 27 Juli hingga 27 September 2026, diikuti simulasi ujian pada 21 hingga 27 September 2026 dan gladi bersih pada 5 hingga 18 Oktober 2026.

Pelaksanaan utama TKA SMA/SMK berlangsung bertahap pada 26 Oktober hingga 8 November 2026, dengan jadwal susulan pada 16 hingga 29 November 2026 bagi peserta yang berhalangan pada jadwal utama.

Perlu dicatat bahwa durasi pelaksanaan ujian juga berbeda antar jenjang. TKA jenjang SD dan SMP berlangsung selama dua hari, sementara TKA jenjang SMA dan SMK berlangsung selama empat hari dengan skema satu mata pelajaran per hari pada pelaksanaan tahun 2026, berbeda dari skema tiga mata pelajaran per hari yang berlaku pada 2025.

 

Baca Juga: Masterplan Persiapan TKA 2026: Strategi Jitu Taklukkan Ujian Biar Otak Gak Ngebul

 

Apa Saja Mata Pelajaran yang Diujikan dalam TKA?

Mata pelajaran yang diujikan dalam TKA berbeda menurut jenjang pendidikan, dengan jenjang SD dan SMP menguji dua mata pelajaran dasar, sedangkan jenjang SMA dan SMK menguji lima mata pelajaran termasuk pilihan sesuai minat siswa.

Untuk jenjang SD/MI dan SMP/MTs, TKA berfokus pada dua mata pelajaran, yaitu Bahasa Indonesia dan Matematika. Kedua mata pelajaran ini dipilih karena mewakili kompetensi dasar literasi dan numerasi yang harus dikuasai siswa sebelum melanjutkan ke jenjang berikutnya.

Soal disusun dalam bentuk soal tunggal yang berdiri sendiri dan soal grup yang mengacu pada stimulus bersama seperti teks bacaan atau grafik.

Untuk jenjang SMA/MA dan SMK/MAK, TKA mencakup tiga mata pelajaran wajib yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika, ditambah dua mata pelajaran pilihan yang dapat disesuaikan dengan rencana studi lanjut siswa.

Pada pelaksanaan 2026, tersedia hingga 69 mata pelajaran pilihan, termasuk tambahan 50 mata pelajaran vokasi khusus bagi peserta didik SMK.

 

Bagaimana Fungsi Hasil TKA bagi Siswa?

Hasil TKA berfungsi sebagai Sertifikat Hasil TKA yang dapat digunakan sebagai validator nilai rapor, indikator seleksi ke jenjang pendidikan berikutnya, dan bahan pertimbangan pada jalur prestasi masuk perguruan tinggi negeri. Fungsi ini membuat TKA tetap penting meski sifatnya tidak wajib.

Bagi siswa SD dan SMP, hasil TKA membantu memetakan kesiapan mereka melanjutkan ke jenjang berikutnya dan menjadi salah satu komponen pertimbangan dalam proses seleksi penerimaan murid baru.

Bagi siswa SMA dan SMK kelas 12, hasil TKA menjadi salah satu komponen penting yang dipertimbangkan pada jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi untuk masuk perguruan tinggi negeri, meskipun kebijakan pemanfaatannya tetap mengacu pada ketentuan masing-masing kampus.

Sebagai gambaran objektivitas data yang dihasilkan, hasil pengolahan TKA SD dan SMP tahun 2026 menunjukkan nilai rerata nasional mata pelajaran Bahasa Indonesia sebesar 60,14 untuk jenjang SD dan 60,83 untuk jenjang SMP, dengan Provinsi DI Yogyakarta mencatatkan nilai tertinggi pada kedua jenjang tersebut.

Data semacam ini dipakai sebagai bahan evaluasi bersama, bukan untuk membuat pemeringkatan daerah.

TKA Adalah: Pengertian, Tujuan, dan Jadwal Lengkapnya

Berapa Biaya yang Dibutuhkan untuk Mengikuti TKA?

TKA diselenggarakan tanpa pungutan biaya karena pembiayaannya berasal dari APBN, APBD, dan dana Bantuan Operasional Sekolah. Sekolah dilarang memungut biaya tambahan dari peserta di luar ketentuan resmi yang berlaku.

Kebijakan bebas biaya ini konsisten diterapkan sejak TKA pertama kali diselenggarakan pada jenjang SMA/SMK tahun 2025 hingga perluasannya ke jenjang SD dan SMP pada 2026.

Hal ini bertujuan agar seluruh siswa, tanpa memandang kondisi ekonomi keluarga, tetap memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan data capaian akademik yang terstandar.

 

Apa Saja Kesalahan Umum yang Perlu Dihindari Peserta TKA?

Kesalahan umum peserta TKA meliputi data diri yang tidak diverifikasi dengan teliti, terlambat menandatangani Daftar Nominasi Sementara, dan kurang memanfaatkan simulasi resmi sebelum hari pelaksanaan. Kesalahan administratif semacam ini sering menjadi kendala teknis yang sebenarnya bisa dicegah.

Siswa dan orang tua disarankan memeriksa kembali ejaan nama, tempat tanggal lahir, dan mata pelajaran pilihan pada Daftar Nominasi Sementara sebelum menandatanganinya.

Jika ditemukan kekeliruan, perbaikan dapat dilakukan melalui sistem Verval PD atau laman NISN resmi Kemendikdasmen sebelum batas waktu yang ditentukan.

Selain itu, mengabaikan jadwal simulasi dan gladi bersih yang disediakan pemerintah sering membuat peserta kurang familiar dengan antarmuka ujian berbasis komputer saat hari pelaksanaan tiba.

 

Kesimpulan

TKA adalah pengganti Ujian Nasional yang berfungsi memetakan capaian akademik siswa secara objektif tanpa menentukan kelulusan. Pahami jadwal sesuai jenjang anak Anda, pastikan data pendaftaran benar sejak awal, dan manfaatkan simulasi resmi agar pelaksanaan ujian berjalan lancar.

Untuk penjelasan lebih rinci per jenjang, syarat pendaftaran, dan strategi persiapan, silakan lanjutkan membaca artikel-artikel pendukung di bagian berikutnya.

 

Penulis & Publikasi: Sholikhatun Nikmah (snn)

Postingan Terkait

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Cari Blog Ini

Banner Promosi

banner

Paling Banyak Dibaca