UKT Mahal? Cek Cara Banding PTN Sebelum Telat
Sevenstar - Melihat pengumuman lolos seleksi
masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) rasanya seperti terbang ke langit ke tujuh,
ya? Tapi, perasaan itu seringkali mendadak terjun bebas saat melihat nominal
Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang tertera di layar monitor.
Angkanya kadang bikin mata melotot,
jauh di luar ekspektasi dan kemampuan dompet orang tua. Rasanya campur aduk
antara bahagia diterima di kampus impian, tapi bingung setengah mati memikirkan
bagaimana cara bayarnya setiap semester nanti.
Banyak mahasiswa baru—maupun
lama—yang akhirnya menyerah atau memilih mundur teratur hanya karena merasa
tidak sanggup membayar tagihan tersebut. Padahal, menyerah bukanlah
satu-satunya opsi. Bayangkan penyesalan yang akan menghantuimu seumur hidup
jika kamu melepas gelar sarjana hanya karena kamu tidak tahu (atau takut)
menggunakan hakmu untuk mengajukan koreksi biaya.
Membayar UKT yang salah golongan
selama 8 semester itu bukan cuma boros, tapi menyakitkan. Sebelum kamu
memutuskan untuk mengambil cuti atau bahkan drop out, yuk kita bedah
tuntas strategi cara banding UKT PTN agar sesuai dengan kondisi
ekonomimu yang sebenarnya. Lebih baik repot mengurus berkas sekarang daripada
menyesal bertahun-tahun kemudian, kan?
Apa Itu Banding UKT dan Kenapa Kamu
Berhak?
Sebelum masuk ke teknis, kita
luruskan dulu persepsinya. Mengajukan banding atau peninjauan kembali UKT itu
bukan berarti kamu "mengemis" ke kampus. Itu adalah hak legalmu
sebagai mahasiswa.
Sistem penetapan UKT didasarkan pada
data kemampuan ekonomi yang kamu input saat daftar ulang. Masalahnya, sistem
hanyalah algoritma. Dia bisa salah membaca data, atau mungkin kondisi ekonomi
keluargamu berubah drastis setelah data diinput.
Banding UKT adalah mekanisme
koreksi. Tujuannya bukan untuk menghapus biaya kuliah jadi nol rupiah (kecuali
beasiswa KIP-K), tapi menempatkanmu di "golongan" yang adil. Jadi,
buang jauh-jauh rasa malu atau gengsi. Ini soal memperjuangkan keadilan
finansialmu sendiri.
Kondisi "Sakti" yang Bisa
Loloskan Banding
Kampus tidak akan menurunkan UKT
hanya karena kamu bilang "Lagi bokek nih, Pak." Birokrasi kampus
butuh bukti hitam di atas putih. Biasanya, ada beberapa kondisi spesifik yang
memiliki peluang besar (acc) untuk disetujui rektorat:
1. Orang Tua Pensiun atau PHK
Ini alasan paling kuat. Jika saat
mendaftar ayahmu masih bekerja dengan gaji penuh, lalu tiba-tiba pensiun atau
terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), maka pendapatan keluarga otomatis
anjlok. Perubahan drastis ini adalah tiket emas untuk penurunan golongan.
2. Orang Tua Meninggal Dunia
Kehilangan tulang punggung keluarga
tentu mengubah peta finansial secara total. Kampus biasanya sangat
memprioritaskan kasus seperti ini, asalkan disertai Surat Keterangan Kematian
yang valid.
3. Bencana Alam atau Musibah
Rumah kebanjiran, kebakaran, atau
usaha orang tua bangkrut total karena pandemi atau krisis? Ini juga masuk
kategori force majeure yang bisa dijadikan alasan kuat.
4. Kesalahan Input Data Awal
Kadang kesalahan ada di kita
sendiri. Misalnya, kamu salah input gaji orang tua yang seharusnya 3 juta jadi
30 juta (kelebihan nol satu). Atau kamu lupa mencantumkan kalau ayahmu
menanggung biaya kuliah 3 kakakmu yang lain. Kesalahan manusiawi ini bisa diperbaiki
lewat banding.
![]() |
| Contoh foto rumah yang jujur dan realistis untuk syarat banding. |
Dokumen Amunisi yang Wajib Disiapkan
Dalam proses cara banding UKT PTN,
berkas adalah senjatamu. Tanpa berkas lengkap, argumenmu hanya dianggap angin
lalu. Siapkan folder khusus di laptopmu untuk scan dokumen-dokumen
berikut:
- Surat Permohonan: Biasanya ditujukan kepada
Rektor atau Wakil Rektor II (Bidang Keuangan). Gunakan bahasa formal yang
sopan tapi tegas menjelaskan kondisimu.
- Slip Gaji atau Surat Keterangan Penghasilan: Yang terbaru. Jika orang tua
wiraswasta/serabutan, minta surat keterangan penghasilan dari
Kelurahan/Desa.
- Rekening Listrik & PBB: Bukti pengeluaran rutin dan
aset. Listrik 450 VA atau 900 VA subsidi tentu beda nilainya dengan 1300
VA ke atas.
- Foto Rumah: Ini krusial. Foto tampak depan, ruang tamu,
dapur, dan kamar mandi. Tips: Fotolah kondisi apa adanya. Jangan
dirapikan berlebihan apalagi diedit estetik. Kampus butuh realita, bukan
konten Instagram.
- Kartu Keluarga (KK): Untuk melihat berapa banyak
tanggungan dalam satu rumah.
- Surat Pendukung Lain: Seperti Surat Keterangan Tidak
Mampu (SKTM), surat PHK, surat kematian, atau bukti hutang piutang jika
ada.
Alur dan Prosedur Pengajuan yang
Efektif
Setiap kampus (UI, UGM, Unpad,
Brawijaya, dll.) punya timeline dan teknis yang sedikit berbeda. Tapi
secara garis besar, polanya sama:
1. Pantau Info Advokesma BEM
Jangan jalan sendiri kayak pendekar.
BEM Fakultas atau BEM Universitas biasanya punya departemen Advokasi dan
Kesejahteraan Mahasiswa (Advokesma). Merekalah yang paling tahu kapan jadwal
banding dibuka dan link pengumpulannya. Follow media sosial mereka
sekarang.
2. Pengajuan Secara Daring (Online)
Mayoritas PTN sudah pakai sistem
terintegrasi (seperti SIAT atau portal akademik). Kamu akan diminta upload
berkas-berkas di atas. Pastikan ukuran file tidak melebihi batas (biasanya max
1MB atau 2MB) dan terbaca jelas.
3. Verifikasi dan Wawancara
Di beberapa kasus, pihak
kemahasiswaan atau tim verifikator akan memanggilmu (atau menelpon) untuk
wawancara. Jawablah dengan jujur. Jika mereka bertanya "Kenapa punya
motor?", jelaskan kalau itu motor tua atau motor kredit untuk transportasi
kuliah, bukan motor hobi. Konsistensi jawaban dengan data berkas sangat dinilai
di sini.
4. Penetapan SK Rektor Baru
Jika diterima, status tagihan di
portal pembayaran akan berubah. Ingat, keputusan ini biasanya final untuk
semester tersebut.
Strategi Agar Tidak Ditolak
Banyak yang gagal banding bukan
karena mereka kaya, tapi karena mereka tidak taktis.
- Perhatikan Deadline: Telat satu menit saja sistem
tutup. Jangan biasakan submit di detik akhir.
- Rinci dalam Deskripsi: Di kolom "Alasan
Pengajuan", jangan cuma tulis "Orang tua tidak mampu".
Ceritakan secara naratif: "Ayah saya baru saja pensiun bulan lalu,
dan Ibu hanya ibu rumah tangga. Kami juga masih membiayai adik sekolah
SMA." Cerita yang detail menyentuh sisi humanis verifikator.
- Jujur:
Jangan sekali-kali memalsukan data. Kalau ketahuan, bukan cuma banding
ditolak, status mahasiswamu bisa terancam.
FAQ dan Penutup
1. Apakah banding UKT pasti disetujui dan turun golongan?
2. Kapan waktu yang tepat mengajukan banding UKT?
3. Apakah mahasiswa jalur Mandiri bisa mengajukan penurunan UKT?
Kuliah itu investasi jangka panjang,
tapi bukan berarti harus mencekik leher orang tua. Proses banding UKT memang
melelahkan. Kamu harus bolak-balik minta surat ke kelurahan, scan berkas, dan
menyusun narasi. Tapi, lelahnya mengurus berkas selama satu minggu ini tidak
ada apa-apanya dibandingkan beban membayar UKT yang salah golongan selama 4
tahun ke depan.
Jangan biarkan rasa malas atau takut
birokrasi menghalangimu mendapatkan keringanan yang memang menjadi hakmu. Cek
jadwal di kampusmu, siapkan berkasnya, dan ajukan sekarang. Rezeki tidak akan
tertukar, tapi rezeki (keringanan) harus dijemput dengan usaha administratif
yang rapi. Semangat pejuang UKT!
📖 Lihat Sumber Informasi
02. Banding UKT - Skuling.id
03. Syarat dan Cara Mengajukan Banding UKT di Berbagai Kampus - Tempo.co
04. Tips Mengajukan Banding atau Penurunan UKT Alasan yang Bisa Digunakan - Campuspedia



