Atasi Grogi Saat Lomba Awas Latihan Kerasmu Sia Sia
Sevenstar - Pernah nggak kamu ngebayangin
skenario paling menyakitkan di arena lomba? Kamu sudah latihan berbulan-bulan,
mengorbankan waktu nongkrong, dan hafal materi di luar kepala. Tapi begitu
menginjakkan kaki di panggung tingkat provinsi, menatap mata tajam para juri
dan ratusan pasang mata saingan, tiba-tiba otakmu blank. Tangan dingin,
suara bergetar, dan semua persiapan matang itu menguap dalam hitungan detik.
Sakit rasanya melihat medali juara
dibawa pulang oleh peserta lain, bukan karena mereka lebih pintar atau lebih
jago darimu, tapi sekadar karena mereka lebih tenang. Kegagalan karena kalah skill
itu biasa, tapi kalah karena disabotase oleh rasa cemasmu sendiri adalah
penyesalan yang akan terus menghantui sampai kamu lulus nanti.
Sebelum tragedi panggung ini
benar-benar terjadi dan membuang percuma semua keringat latihanmu, yuk kita
bedah tuntas cara mengatasi grogi saat lomba agar mental juaramu bangkit
dan siap tempur!
Mengapa Panggung Provinsi Terasa
Sangat Menakutkan?
Berlaga di tingkat sekolah atau
kabupaten mungkin masih terasa nyaman karena wajah-wajah yang kamu hadapi masih
cukup familier. Namun, begitu masuk ke level provinsi, tekanannya berubah
drastis. Kamu tidak lagi sekadar membawa nama pribadi, tapi membawa "harga
diri" sekolah, bahkan mewakili kotamu.
Ekspektasi yang menumpuk di pundak
inilah yang memicu otak melepaskan hormon kortisol dan adrenalin secara
berlebihan. Tubuhmu merespons panggung layaknya merespons ancaman harimau di
hutan; jantung berdebar, napas pendek, dan otot menegang. Ini adalah reaksi
biologis yang sangat normal.
Namun, para juara sejati tahu bahwa
energi yang meledak-ledak ini tidak boleh dibiarkan liar. Mereka tahu cara
membelokkan rasa takut menjadi bahan bakar fokus yang mematikan.
Taktik Persiapan Mental Sebelum Naik
Panggung
Mengatasi rasa gugup itu tidak bisa
dilakukan secara instan hanya dalam lima detik sebelum namamu dipanggil MC.
Persiapan mental harus dibangun berbarengan dengan persiapan teknis.
1. Visualisasi Positif, Bukan
Skenario Horor
Biasanya, saat malam sebelum lomba,
otak kita senang memutar film horor: "Gimana kalau nanti aku kesandung
kabel?", "Gimana kalau mic-nya mati?", "Gimana kalau
jurinya galak?".
Mulai sekarang, cut film
horor tersebut. Ubah narasi di kepalamu. Pejamkan mata dan bayangkan skenario
sukses. Bayangkan kamu berjalan ke tengah panggung dengan tegap, suaramu
lantang, juri mengangguk tersenyum, dan audiens bertepuk tangan.
Otak bawah sadar manusia seringkali
tidak bisa membedakan mana imajinasi dan mana realita. Semakin sering kamu
membayangkan kesuksesan, semakin familier tubuhmu dengan situasi tersebut.
2. Teknik Pernapasan Taktis (Box
Breathing)
Saat grogi menyerang, napas kita
otomatis menjadi dangkal dan cepat. Ini membuat oksigen gagal mencapai otak
secara maksimal, yang berujung pada kondisi nge-blank.
Untuk meretas sistem sarafmu agar
kembali tenang, gunakan teknik pernapasan 4-7-8 atau box breathing yang
sering dipakai aparat militer sebelum tugas.
Tarik napas perlahan lewat hidung
selama 4 detik, tahan napas di dada selama 7 detik, lalu hembuskan pelan-pelan
lewat mulut selama 8 detik. Lakukan ini 4-5 kali di ruang tunggu. Detak
jantungmu dijamin akan melambat dan pikiran kembali jernih.
![]() |
| Hindari minuman berkafein tinggi karena dapat memicu jantung berdebar dan tremor pada tangan. |
Menjinakkan Sabotase Diri di Menit
Kritis
Momen paling rawan adalah 10 menit
sebelum kamu tampil atau saat kamu baru saja bertatap muka dengan saingan berat
dari daerah lain. Ini adalah saat di mana sabotase diri sering muncul.
Fokus pada Proses, Bukan Medali Emas
Jangan membebani dirimu dengan
pikiran "Aku harus juara satu!". Itu di luar kendalimu. Sama seperti
ibu-ibu yang lagi ngupas bawang di dapur, fokus saja pada pisaunya agar tidak
mengiris jari, jangan mikirin sopnya kapan matang.
Fokuslah pada bait pertama pidatomu,
langkah pertama presentasimu, atau gerakan awal alat peragamu. Lakukan step-by-step.
Ketika kamu tenggelam dalam proses, rasa takut akan hasil akhir akan menguap
sendirinya.
Anggap Juri Sebagai Teman Diskusi
Tatapan juri tingkat provinsi memang
seringkali terasa mengintimidasi. Mereka mencatat dengan wajah datar tanpa
senyum. Eits, jangan baper dulu! Wajah datar mereka bukan berarti
penampilanmu jelek. Mungkin mereka sedang lelah, atau sekadar menjaga
profesionalitas.
Ubah mindset-mu. Jangan
anggap mereka sebagai algojo yang siap menghukum kesalahanmu. Anggaplah juri
sebagai dosen atau klien yang ingin mendengar ide hebatmu.
Jika kamu gugup menatap mata mereka
secara langsung, tataplah area di antara kedua alis mereka (dahi bawah). Bagi
mereka, kamu terlihat sedang menatap mata, tapi bagi kamu, itu mengurangi
tekanan psikologis.
Bahasa Tubuh Memanipulasi Pikiran (Power Posing)
Pernah dengar Power Posing?
Sebelum lomba, pergilah ke toilet sebentar. Berdirilah tegak, busungkan dada,
angkat dagu, dan letakkan kedua tangan di pinggang (seperti pose Superman)
selama dua menit.
Penelitian psikologi membuktikan
bahwa bahasa tubuh yang dominan dan terbuka dapat meningkatkan kadar hormon
testosteron (kepercayaan diri) dan menurunkan kortisol (stres). Tubuhmu bisa
memanipulasi pikiranmu untuk merasa berani!
Kesalahan Fatal yang Bikin Grogi
Makin Parah
Banyak peserta gagal karena
melakukan ritual yang salah sebelum lomba. Hindari hal-hal ini:
- Over-caffeination: Jangan minum kopi atau minuman
energi berlebihan sebelum lomba. Kafein ditambah adrenalin adalah resep
ampuh untuk membuat tanganmu tremor (gemetar parah) dan jantung berdebar
tak karuan. Minumlah air putih biasa.
- Stalking Saingan: Jangan sibuk kepo
melihat penampilan peserta dari kota lain, apalagi membandingkan properti
atau seragam mereka dengan milikmu. Tetaplah di zona mu sendiri,
pasang headset, dengarkan musik instrumen atau murottal, dan jaga
energimu.
FAQ dan Penutup
1. Normal nggak sih kalau saya merasa mual dan ingin muntah sebelum lomba dimulai?
2. Apa yang harus saya lakukan kalau tiba-tiba lupa materi (nge-blank) di tengah panggung?
3. Bolehkah minum obat penenang ringan atau obat anti-mual sebelum lomba?
Berdiri di arena tingkat provinsi
adalah bukti bahwa kamu bukan orang sembarangan. Kamu sudah menyingkirkan
ratusan peserta di tingkat sekolah dan kota. Kamu punya hak penuh untuk berada
di panggung itu. Masalahnya tinggal satu: apakah kamu mengizinkan rasa cemas
merampas hakmu untuk bersinar?
Mengetahui cara mengatasi grogi
saat lomba bukan berarti menghilangkan rasa takut 100%. Bahkan public
speaker atau atlet profesional pun masih merasa deg-degan sebelum tampil.
Bedanya, mereka berlomba bersama rasa takut itu, bukan dikalahkan
olehnya.
Jangan sampai di masa depan kamu
menoleh ke belakang dan menyadari bahwa kamu gagal bukan karena kurang cerdas,
tapi karena kamu menyerah pada detak jantungmu sendiri. Tarik napas panjang,
tegakkan kepalamu, dan buktikan pada mereka semua apa yang telah kamu
persiapkan selama berbulan-bulan. Panggung ini milikmu!
📖 Lihat Sumber Informasi
02. Managing Competition Anxiety How to Keep Your Cool in High Stakes Games - The Mental Game
03. Mastering Pre-Fight Nerves - Kizo
04. Merasa Gugup Saat Membawakan Acara Gunakan 5 Cara Ini Untuk Atasinya - Sekretariat Negara RI



