Kerja Sampingan Mahasiswa: CV Kosong Bikin Nyesel Nanti?
Sevenstar- Pasti kamu pernah
duduk melamun di kosan akhir bulan, dompet tipis, terus mikir: "Kalau aku
lulus nanti, bakal langsung dapat kerja nggak, ya?"
Jujur saja, dunia
kerja sekarang itu kejam, lho.
Punya IPK 4.0
memang membanggakan, tapi kalau kolom "Pengalaman Kerja" di CV kamu
kosong melompong, HRD mungkin bakal melirik kandidat lain yang lebih battle-proven.
Bayangkan rasanya
melihat teman-teman seangkatanmu sudah sibuk update status LinkedIn
dengan jabatan baru, sementara kamu masih bingung harus mulai dari mana.
Itu adalah jenis
penyesalan yang paling tidak enak dirasakan pasca-wisuda.
Nah, mumpung kamu
masih berstatus mahasiswa, ini adalah waktu emas buat "mencuri
start".
Mengambil kerja
sampingan mahasiswa bukan cuma soal cari tambahan uang buat checkout
keranjang marketplace, tapi soal meminimalisir risiko "kaget"
saat terjun ke dunia profesional nanti.
Yuk, kita bedah
opsi apa saja yang masuk akal buat kamu kerjakan sambil tetap fokus kuliah!
Kenapa Sih Harus Repot
Kerja Sampingan?
Mungkin kamu mikir,
"Kuliah aja udah pusing sama tugas numpuk, masa harus kerja juga?"
Aku paham banget
rasanya.
Tapi coba lihat
dari sudut pandang lain. Kerja part time itu ibarat kawah candradimuka
versi mini.
Di sini, kamu
belajar hal-hal yang dosenmu nggak ajarkan di kelas. Mulai dari manajemen
waktu, cara menghadapi bos yang moody, sampai skill negosiasi
gaji.
Selain itu, punya
penghasilan sendiri itu memberikan rasa empowerment yang beda.
Kamu nggak lagi
merasa bersalah tiap minta transferan orang tua buat hal-hal di luar kebutuhan
primer.
Jadi, ini bukan
cuma soal uang, tapi soal mentalitas mandiri.
7 Ide Kerja Part Time
Mahasiswa yang Paling "Masuk Akal"
Oke, kita langsung
masuk ke intinya.
Aku sudah kumpulkan
beberapa ide kerja sampingan mahasiswa yang fleksibel.
Kuncinya di sini
adalah fleksibilitas. Jangan sampai kerjaan sampingan malah bikin kamu
DO, ya!
1. Penulis Lepas
(Freelance Writer)
Kalau kamu tipe
yang lebih suka nugas di kamar sambil dengerin lagu lo-fi daripada
ketemu orang banyak, ini cocok buat kamu.
Banyak banget website,
startup, atau agensi digital yang butuh konten artikel.
- Kenapa
ini oke?
Kamu bisa kerjakan jam 2 pagi atau jam 5 sore. Modalnya cuma laptop dan koneksi
internet.
- Skill
yang didapat:
Riset mendalam dan SEO (Search Engine Optimization). Ini skill mahal di
era digital!
2. Guru Les Privat
Ini klasik banget,
tapi nggak pernah mati.
Kamu bisa mengajar
mata pelajaran sekolah (Matematika, Bahasa Inggris) atau bahkan skill
khusus seperti musik atau mengaji.
- Kenapa
ini oke?
Bayarannya lumayan per jam, dan jam kerjanya biasanya sore atau malam hari,
jadi nggak bentrok sama kuliah pagi.
- Skill
yang didapat:
Komunikasi publik dan kesabaran ekstra menghadapi berbagai karakter murid.
3. Barista atau Server
Kafe
Buat kamu yang
ekstrovert dan suka atmosfer keramaian, kerja di coffee shop bisa jadi
pilihan.
Sekarang banyak
kafe yang membuka lowongan part time khusus mahasiswa dengan sistem shift.
- Kenapa
ini oke?
Lingkungannya seru, banyak ketemu orang baru, dan kadang dapat jatah kopi
gratis!
- Skill
yang didapat:
Multitasking, kerja di bawah tekanan (saat rush hour), dan customer
service.
4. Admin Media Sosial
Hampir semua UMKM
sekarang butuh eksistensi di Instagram atau TikTok, tapi nggak semua pemilik
bisnis sempat mengurusnya.
Di sinilah peran
kamu masuk.
Tugasnya mulai dari
balas DM, posting konten, sampai bikin caption menarik.
- Kenapa
ini oke?
Bisa dikerjakan lewat HP di mana saja. Pas lagi nunggu dosen yang telat masuk
kelas pun bisa kamu kerjakan.
- Skill yang didapat: Digital marketing, copywriting, dan analisis tren media sosial.
![]() |
| Ilustrasi Freelance |
5. Fotografer atau
Desainer Grafis Lepas
Punya hobi jepret
foto atau jago pakai Canva dan Photoshop? Jangan cuma disimpan buat tugas
kuliah.
Tawarkan jasamu
untuk foto wisuda kakak tingkat, foto produk teman yang jualan, atau desain
poster acara kampus.
- Kenapa
ini oke?
Portofoliomu bakal tebal banget. Ingat, karya visual itu bahasanya universal.
- Skill
yang didapat:
Negosiasi klien, manajemen proyek kreatif, dan tentu saja hard skill
desain/fotografi.
6. Penerjemah
(Translator)
Kalau kamu anak
Sastra atau sekadar jago bahasa asing (Inggris, Mandarin, Jepang, Korea), ini
ladang cuan yang menjanjikan.
Dokumen yang
diterjemahkan bisa berupa jurnal, artikel, atau bahkan subtitle film
pendek.
- Kenapa
ini oke?
Bayarannya seringkali dihitung per kata atau per halaman, jadi semakin cepat
kamu kerja, semakin cepat cair.
- Skill
yang didapat:
Ketelitian dan penguasaan tata bahasa yang presisi.
7. Asisten Dosen atau
Peneliti
Coba deh
sering-sering main ke ruang jurusan. Kadang dosen butuh bantuan untuk input
data penelitian atau mengoreksi tugas dasar.
- Kenapa
ini oke?
Kamu jadi dekat sama dosen (bagus buat rekomendasi beasiswa/kerja nanti) dan
paham materi kuliah lebih dalam.
- Skill
yang didapat:
Analisis data, penulisan akademik, dan manajemen administrasi.
Apakah Kerja Sampingan
Bakal Ganggu Kuliah?
Ini pertanyaan
sejuta umat. Jawabannya: Tergantung kamu.
Kalau kamu ambil
kerjaan full time berkedok part time (misal: 8 jam sehari), ya
pasti kuliahmu keteteran.
Makanya, pilihlah
pekerjaan yang membebankan hasil (seperti freelance) atau yang punya jam
shift jelas dan tidak terlalu panjang (maksimal 4-5 jam sehari).
Ingat prinsip
prioritas. Kamu di kampus untuk dapat gelar, itu tujuan utamanya.
Kerja sampingan
adalah "bumbu" pelengkap, bukan menu utama. Kalau besok ada ujian
akhir, ya jangan ambil job nulis 5 artikel malam ini.
Tips Mengatur Waktu ala
Mahasiswa Sibuk:
- Gunakan
Google Calendar:
Catat jadwal kuliah, jadwal kerja, dan jadwal "ngaso". Jangan
andalkan ingatan.
- Komunikasi
Terbuka:
Bilang ke bos atau klien kamu kalau kamu masih mahasiswa. Biasanya mereka akan
lebih memaklumi kalau kamu slow response saat jam kuliah.
- Jangan
Serakah:
Di awal, ambil satu pekerjaan dulu. Kalau sudah terbiasa ritmenya, baru boleh scale
up.
Apa yang Harus
Diwaspadai Saat Cari Lowongan?
Satu hal yang perlu
aku ingatkan: hati-hati penipuan! Mentang-mentang butuh uang, jangan sampai
kamu tergiur lowongan yang "too good to be true".
Tanda-tanda
lowongan kerja sampingan bodong:
- Minta uang di muka (biaya administrasi, seragam, dll).
- Gaji tidak masuk akal (misal: "Cuma like postingan dapat 500rb per hari").
- Tidak ada kontrak atau kejelasan tugas.
- Komunikasi tidak profesional (chat pribadi yang tidak sopan).
Pastikan kamu
mencari info lowongan di situs terpercaya seperti Glints, LinkedIn, atau info
resmi dari pusat karir kampusmu.
FAQ
1. Berapa gaji rata-rata kerja part time mahasiswa di Indonesia?
2. Apakah kerja part time perlu kontrak kerja tertulis?
3. Semester berapa sebaiknya mulai cari kerja sampingan?
Jangan Sampai Nanti
Kamu Bilang "Seandainya..."
Pada akhirnya, masa
kuliah itu singkat banget. Rasanya baru kemarin ospek, eh besok sudah harus
pakai toga.
Kerja sampingan
mahasiswa bukan sekadar soal mengisi dompet yang tipis. Lebih dari itu, ini
adalah tentang "membeli" pengalaman dan kesalahan.
Lebih baik kamu
salah bikin laporan saat jadi mahasiswa magang/part-time (di mana toleransi
orang masih tinggi), daripada kamu melakukan kesalahan fatal saat sudah jadi
karyawan tetap nanti.
Bayangkan dirimu 5
tahun lagi. Apakah kamu akan berterima kasih pada dirimu yang sekarang karena
sudah berani capek sedikit demi masa depan?
Atau kamu bakal
menyesal karena terlalu banyak santai? Pilihan ada di tanganmu.
Mulailah dari yang
kecil, mulailah dari apa yang kamu bisa. Semangat cari cuan dan pengalaman, ya!
📖 Lihat Sumber Informasi
02. Beautynesia - 5 Ide Kerja Part Time Fleksibel
03. EHEF - Tips Mencari Pekerjaan Part Time
04. Gramedia - Pekerjaan Sampingan Mahasiswa



