Cara Buat CV yang Dilirik HRD, Jangan Kalah Sebelum Perang!

Tips Lolos Magang
💡 Ringkasan Artikel: Menyusun CV magang yang efektif membutuhkan strategi relevansi konten dan pemilihan format yang tepat, bukan sekadar desain visual yang heboh. Dengan menghindari kesalahan administrasi sepele dan memahami sudut pandang HRD, peluang mahasiswa lolos tahap screening akan meningkat drastis.

Pernah nggak kamu ngerasa udah ngirimin puluhan email lamaran magang, tapi notifikasi di HP sepi-sepi saja?

Rasanya pasti campur aduk; bingung, lelah, dan mulai meragukan kemampuan diri sendiri.

Padahal, bisa jadi masalahnya bukan karena kamu kurang pintar atau kurang jago, tapi karena "jembatan" yang kamu bangun untuk menuju perusahaan itu (yaitu CV kamu) belum cukup kokoh untuk meyakinkan mereka.

Mencari tempat magang di era sekarang memang kompetitif banget. Kamu nggak cuma bersaing sama teman sekelas, tapi juga sama mahasiswa dari kampus lain di seluruh Indonesia.

Di sinilah peran CV (Curriculum Vitae) jadi krusial. CV itu bukan sekadar daftar riwayat hidup atau biodata formalitas belaka. CV adalah "senjata" pertama kamu di medan perang rekrutmen.

Banyak mahasiswa yang terjebak berpikir bahwa CV harus heboh, penuh warna, atau punya desain grafis tingkat dewa biar dilirik.

Padahal, menurutku, membuat CV itu bukan soal desain paling keren, tapi soal relevansi dan kejelasan.

HRD cuma punya waktu singkat buat screening, jadi CV harus langsung nunjukin siapa kita, apa kelebihan kita, dan kenapa kita layak dipanggil.

Yuk, kita bedah bareng-bareng cara menyusun CV yang nggak cuma "aman", tapi juga powerful di mata HRD.

 


Pahami Dulu, HRD Cuma Punya "6 Detik" Emas

Jujur aja, realita di meja kerja HRD itu sangat padat. Untuk satu posisi magang yang dibuka, pelamarnya bisa ratusan.

Secara manusiawi, mustahil bagi seorang rekruter untuk membaca kata per kata dari setiap lembar CV yang masuk.

Studi dan fakta lapangan sering menyebutkan bahwa rata-rata rekruter hanya menghabiskan waktu sekitar 6 detik untuk melakukan screening awal pada CV kamu.

Iya, cuma 6 detik. Itu waktu yang sangat singkat untuk menentukan nasib lamaranmu: lanjut ke tumpukan "Interview" atau masuk ke folder "Rejected".

Kalau dalam waktu sesingkat itu mata mereka gagal menangkap kata kunci yang dicari, atau malah pusing melihat layout yang berantakan, besar kemungkinan CV kamu akan dilewatkan.

Jadi, pola pikir yang harus kamu ubah sekarang adalah: Fungsi utama CV adalah memudahkan HRD, bukan memukau mereka dengan seni visual (kecuali kamu melamar posisi desainer).

CV yang rapi, ringkas, dan tepat sasaran justru jauh lebih dihargai daripada CV berlembar-lembar tapi isinya nggak fokus.

Tips Lolos Magang
Mahasiswa mengedit resume di perpustakaan kampus.

Anatomis CV yang "Nendang" Apa yang Wajib Masuk?

Kesalahan umum mahasiswa atau fresh graduate adalah memasukkan semua hal.

Juara lomba makan kerupuk waktu 17-an atau riwayat TK nggak perlu dimasukkan ya.

Fokuslah pada kualitas, bukan kuantitas. Berikut adalah struktur daging yang wajib ada:

1. Header dan Identitas Diri yang Efektif

Jangan habiskan tempat. Cukup cantumkan:

  • Nama Lengkap: Gunakan font yang sedikit lebih besar dan tebal.
  • Domisili: Cukup Kota dan Provinsi (misal: Jakarta Selatan, DKI Jakarta). Alamat lengkap RT/RW berisiko disalahgunakan dan tidak relevan untuk tahap awal.
  • Kontak: Nomor HP yang terhubung WhatsApp dan alamat email profesional. Tolong, hindari email masa kecil seperti fansberatnaruto99@gmail.com. Buatlah email baru dengan format nama.depan@gmail.com.
  • Link Profesional: Tautkan profil LinkedIn atau portofolio daringmu.

 

2. Deskripsi Diri (Professional Summary)

Ini adalah "iklan baris" atau elevator pitch tentang dirimu. Hindari kalimat klise dan pasif.

  • Jangan tulis: "Saya pekerja keras, jujur, dan ingin mencari pengalaman." (Ini terlalu umum).
  • Tulis begini: "Mahasiswa Ilmu Komunikasi semester 6 dengan minat kuat di bidang Digital Marketing. Memiliki pengalaman mengelola media sosial organisasi kampus dan meningkatkan engagement hingga 20%. Siap belajar dan berkontribusi dalam strategi konten kreatif."
  • Lihat bedanya? Yang kedua lebih spesifik, punya angka (kuantitatif), dan menunjukkan apa yang bisa kamu tawarkan.

 

3. Pengalaman: Gunakan Rumus "Action + Result"

Ini bagian paling vital. Kalau kamu menulis pengalaman organisasi atau kepanitiaan, jangan hanya menyalin jobdesc.

HRD nggak mau tahu apa tugasmu, mereka mau tahu apa dampak yang kamu berikan. Gunakan pola: Apa yang kamu lakukan + Apa hasilnya.

  • Contoh Biasa: "Menjadi koordinator dana usaha."

Contoh Powerfull: "Mengelola penggalangan dana usaha dan berhasil mengumpulkan Rp 15.000.000 dalam 2 bulan untuk operasional acara, melampaui target awal sebesar 10%."

 

4. Pendidikan dan IPK

Tuliskan jurusan, nama universitas, dan tahun masuk-lulus (atau prediksi lulus). Soal IPK, jika di atas 3.00, cantumkan saja.

Itu menunjukkan tanggung jawabmu sebagai mahasiswa.

Tapi kalau di bawah itu dan tidak diminta spesifik, boleh tidak dicantumkan, asalkan pengalamanmu kuat.

 

Seni Memilih Format ATS Friendly vs Kreatif

Kamu pasti sering dengar perdebatan ini di media sosial. Mana yang lebih baik? Jawabannya: Tergantung ke mana dan bagaimana kamu melamarnya.

Kapan Pakai CV ATS Friendly?

Sistem ATS (Applicant Tracking System) adalah software yang dipakai perusahaan besar untuk menyeleksi CV secara otomatis berdasarkan kata kunci. Kamu wajib pakai format ini jika:

  • Melamar lewat website perusahaan (BUMN, Multinasional, Unicorn).
  • Melamar lewat job portal (LinkedIn, Glints, Jobstreet, Kalibrr).
  • Melamar ke industri yang formal/korporat (Perbankan, Hukum, Administrasi).

 

Ciri khas CV ATS Friendly:

  • Latar putih bersih, tulisan hitam.
  • Font standar yang mudah dibaca mesin (Arial, Calibri, Helvetica, Roboto).
  • Tidak ada elemen grafis rumit (kolom, tabel, grafik batang skill, ikon gambar).
  • Format file PDF (teks bisa di-block/copy, bukan hasil scan gambar).

Tips Lolos Magang
Mahasiswi fokus mengerjakan CV magang di sebuah kedai kopi.

Kapan Pakai CV Kreatif?

CV kreatif yang berwarna dan punya elemen desain boleh digunakan jika:

  • Melamar ke industri kreatif (Agensi Iklan, Media, Production House).
  • Melamar posisi spesifik seperti Desainer Grafis, Video Editor, atau Social Media Specialist.
  • Dikirim langsung ke email pribadi HRD atau User (atasan). Namun ingat, "kreatif" bukan berarti norak.
  • Tetap utamakan keterbacaan (readability). Jangan sampai desain malah menutupi informasi penting.

 

Tantangan Klasik "Kak, Aku Nggak Punya Pengalaman Kerja"

Tenang, jangan insecure duluan. HRD tahu kok kalau kamu melamar posisi magang, yang berarti kamu adalah pemula.

Mereka tidak mengharapkan kamu punya pengalaman manajerial 5 tahun. Yang mereka cari adalah potensi, inisiatif, dan kemauan belajar.

Kalau kolom "Pengalaman Kerja" kamu kosong, isi dengan:

  • Pengalaman Organisasi/Volunteer: Ini menunjukkan kemampuan bekerja dalam tim dan kepemimpinan.
  • Proyek Perkuliahan: Pernah bikin makalah riset, business plan, atau program sederhana buat tugas kuliah? Masukkan! Itu bukti kamu punya hard skill.
  • Sertifikasi & Kursus: Ikut webinar, bootcamp, atau kursus online (walau gratisan) menunjukkan kamu anak yang proaktif.
  • Soft Skill Relevan: Komunikasi, manajemen waktu, adaptasi. Tapi buktikan lewat contoh aktivitas di poin-poin sebelumnya.

 

Checklist Terakhir, Jangan Jatuh di Lubang Sepele

Sebelum menekan tombol "Kirim", coba lakukan quality control mandiri. Hal-hal kecil ini sering jadi alasan kenapa CV langsung dibuang:

  • Typo (Salah Ketik): Ini fatal. Menulis "Detail Oriented" tapi di CV-nya banyak typo adalah ironi yang menyedihkan. Baca ulang pelan-pelan.
  • Nama File: Jangan kirim file dengan nama "CV.pdf" atau "Document1.pdf". Bayangkan betapa pusingnya HRD mencari filemu kalau diunduh. Gunakan format: CV_Nama Lengkap_Posisi Magang.
  • Ukuran File: Pastikan ukuran PDF kamu tidak lebih dari 1MB atau 2MB. File yang terlalu besar kadang gagal diunggah atau malas diunduh oleh rekruter yang koneksinya terbatas.
  • Foto (Opsional): Jika diminta atau industri kreatif, pasang foto profesional (baju rapi, senyum ramah, latar polos).

Jangan pakai foto selfie di mobil, foto wisuda yang di-crop ramai-ramai, atau foto dengan filter aplikasi yang berlebihan.


Sevenstar Indonesia

FAQ

1. Perlu nggak sih pakai foto di CV?
Tergantung perusahaannya. Untuk perusahaan multinasional atau sistem ATS ketat, sebaiknya tidak perlu agar lebih objektif. Tapi untuk perusahaan lokal atau industri kreatif, foto profesional (bukan selfie) masih sangat wajar dicantumkan.
2. Berapa halaman ideal untuk CV Magang?
Maksimal 2 halaman, tapi 1 halaman justru lebih baik. Sebagai mahasiswa atau fresh graduate, pengalamanmu belum sebanyak profesional, jadi ringkaslah isinya agar HRD tidak bosan membacanya.
3. Lebih baik pakai Bahasa Indonesia atau Inggris?
Ikuti bahasa yang digunakan dalam info lowongan kerjanya. Jika iklannya bahasa Inggris, kirim CV bahasa Inggris. Jika bahasa Indonesia, kamu bebas memilih, asalkan tata bahasanya benar dan tidak campur aduk (Gado-gado).

 

CV hanyalah selembar kertas (atau file digital) yang mencoba merangkum hidupmu dalam beberapa poin singkat.

Tapi, selembar kertas inilah yang menentukan langkah pertamamu di dunia profesional.

Membuat CV yang baik memang butuh waktu, riset, dan ketelitian.

Anggaplah proses menyusun CV ini sebagai momen refleksi untuk menghargai setiap hal kecil yang sudah kamu pelajari selama kuliah.

Jangan berkecil hati kalau belum langsung dapat panggilan. Terus perbaiki, sesuaikan dengan posisi yang dilamar, dan jangan lupa berdoa.

Kamu sudah berusaha sebaik mungkin untuk menyiapkan "senjata" terbaikmu, sisanya biarkan waktu dan rezeki yang menjawab.

Semangat berjuang para pencari magang, pintu suksesmu pasti terbuka!

⚠️ Panduan ini disusun berdasarkan gabungan berbagai sumber referensi serta keyakinan dan pemahaman penulis. Oleh karena itu, pembaca disarankan menggunakan panduan ini sebagai referensi umum dan melakukan penyesuaian sesuai kebutuhan masing-masing.
📖 Lihat Sumber Informasi
Referensi Tulisan: 01. Talenta - Tips CV Menarik di Depan HRD
02. Detik Bali - 10 Tips Membuat CV yang Efektif
03. Sevima - CV ATS Friendly Cara Anti Ribet
04. Glints - Cara Membuat CV yang Menarik
✍️ Ditulis oleh  Sholikhatun Nikmah (snn)

Postingan Terkait

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *