Trik Membuat Portofolio SNBP, Awas Nyesel Kalau Skip!
Sevenstar- Pernah nggak kamu
membayangkan skenario terburuk bahwa nilai rapor sudah aman, grafik prestasi
naik terus, sertifikat lomba menumpuk, tapi pas pengumuman SNBP, nama kamu
nggak muncul di layar biru itu?
Sakitnya bukan
main, kan? Apalagi kalau setelah ditelusuri, ternyata penyebabnya sepele
banget, yaitu portofolio yang digarap asal-asalan.
Jujur aja, ini
sering terjadi. Banyak pejuang PTN yang merasa portofolio itu cuma formalitas
"upload file" semata. Padahal, bagi jurusan seni dan olahraga,
portofolio itu separuh nyawa kamu di seleksi ini.
Bayangin penyesalan
yang bakal kamu rasakan nanti kalau kesempatan emas kuliah di kampus impian
melayang cuma karena kamu malas merapikan dokumentasi karyamu sekarang.
Sebelum rasa sesal
itu datang belakangan (karena kalau di depan namanya pendaftaran)
Yuk, kita bedah
bareng-bareng trik membuat portofolio SNBP yang nggak cuma rapi, tapi
benar-benar bikin dosen penguji berhenti scrolling dan melirik namamu.
Apa Itu Portofolio SNBP
dan Kenapa Bisa Jadi "Senjata Rahasia"?
Sebelum kita masuk
ke teknis, aku mau samakan persepsi dulu. Di dunia SNBP, portofolio adalah
bukti nyata kalau kamu punya skill di bidang yang kamu tuju.
Nilai seni budaya
atau olahraga di rapor mungkin tinggi, tapi itu cuma angka. Dosen butuh bukti
visual.
Ibaratnya gini deh,
kalau kamu mau PDKT sama orang dan bilang "Aku jago masak lho", dia
mungkin percaya tapi biasa saja.
Tapi, kalau kamu
bawakan dia bekal makanan yang plating-nya cantik dan rasanya enak, dia
bakal langsung luluh. Nah, portofolio itu adalah "bekal makanan" kamu
buat dosen penguji.
Secara umum, ada
10-11 jenis portofolio di SNBP, mulai dari Seni Rupa, Desain, dan Kriya; Seni
Tari; Seni Musik; Teater; Fotografi; Film; hingga Olahraga.
Masing-masing punya ketentuan spesifik dari panitia SNPMB. Tapi, benang merahnya sama: Originalitas dan Kualitas.
![]() |
| Proses pembuatan video portofolio olahraga SNBP di sekolah |
Kesalahan Fatal yang
Sering Bikin Portofolio Jadi "Sampah"
Berdasarkan
pengamatanku melihat tren tahun-tahun sebelumnya, banyak siswa yang blunder
di sini. Coba cek, jangan-jangan kamu berniat melakukan ini:
- Resolusi
Gambar Burik:
Mentang-mentang file harus kecil, kamu kompres gambar sampai pecah. Dosen itu
mau lihat detail goresan atau teknikmu, bukan main tebak gambar pixel.
- Video
Tanpa Identitas:
Kamu kirim video menari atau main bola, tapi nggak jelas kamu yang mana karena
diambil dari jarak jauh dan nggak ada perkenalan diri di awal.
- Salah
Template:
Ini paling fatal. Panitia SNPMB sudah sediakan template PPT/Slide.
Jangan coba-coba bikin layout sendiri yang terlalu artsy sampai
melanggar aturan margin atau font yang diminta.
Kreativitas itu
boleh, tapi taat aturan itu wajib. Ingat, dosen memeriksa ribuan berkas. Kalau
berkasmu menyusahkan mata mereka, auto-skip.
Strategi Menyusun Isi
Portofolio yang "Menjual"
Oke, sekarang kita
masuk ke dagingnya. Bagaimana trik membuat portofolio SNBP agar dilirik
dosen penguji? Kuncinya ada di storytelling dan kurasi.
1. Kurasi Karya
Terbaik, Bukan Terbanyak
Mentang-mentang
punya 50 gambar sketsa, semuanya dimasukkan. Big No! Pilih 1-2 karya
terbaik yang paling menonjolkan teknik dan karaktermu.
Menurutku pribadi,
lebih baik kamu menampilkan satu karya yang mind-blowing dengan detail
pengerjaan yang rapi, daripada 10 karya yang kelihatannya setengah jadi.
Dosen penguji itu
ahli, mereka bisa mencium mana karya yang dibuat dengan passion dan mana
yang dibuat karena "kepepet deadline" hanya dalam sekali lihat. Jadi,
fokuslah pada kualitas.
2. Deskripsi Karya
adalah Kunci Emas
Banyak yang
meremehkan kolom deskripsi. Padahal, di sinilah kamu bisa "ngobrol"
sama dosennya. Jangan cuma tulis: "Lukisan Pemandangan Gunung, Cat Air,
2023." Itu membosankan.
Coba gunakan teknik
bercerita. Jelaskan ide, proses, dan tantangannya. Contoh:
"Karya ini
berjudul 'Keheningan Pagi'. Terinspirasi dari suasana desa nenek saya di Batu,
Malang. Tantangan terbesarnya adalah menangkap gradasi cahaya matahari pagi
menggunakan teknik wet-on-wet cat air untuk mendapatkan kesan embun yang
realistis."
Lihat bedanya?
Deskripsi kedua menunjukkan bahwa kamu paham teknis, punya konsep, dan memiliki
kedalaman berpikir.
3. Video Keterampilan: Tunjukkan Teknik, Bukan Sekadar Gaya
Buat teman-teman
yang ambil jurusan olahraga atau seni pertunjukan (tari/musik), video adalah
segalanya.
- Olahraga: Pastikan teknik
dasar (seperti dribbling, passing, shooting) terlihat
jelas. Jangan kebanyakan slow motion atau cinematic edit yang
lebay. Dosen mau lihat form tubuhmu yang benar, bukan kemampuan editing
videomu (kecuali kamu masuk jurusan Film).
- Seni Tari/Musik: Pastikan audio jernih. Kalau main musik, jangan sampai suara instrumen kalah sama suara motor lewat. Ekspresi wajah juga penting banget buat jurusan seni pertunjukan.

Siswa SMA sedang melukis untuk portofolio SNBP seni rupa
Teknis yang Sering
Terlewat

Dalam membuat
portofolio, ada aspek teknis agar lolos seleksi administrasi awal.
Perhatikan Format dan
Ukuran File
Biasanya, file
gambar diminta format JPG/JPEG dengan ukuran maksimal tertentu (misalnya 500KB
- 5MB per file tergantung ketentuan tahun berjalan). Sedangkan video biasanya
MP4.
Jangan sampai kamu
gagal upload di detik-detik terakhir penutupan server cuma gara-gara file
videomu kegedean. Kompres file dengan bijak. Gunakan tools kompresor
online yang menjaga kualitas.
Validitas Data Prestasi
Kalau kamu
melampirkan sertifikat pendukung di dalam portofolio (biasanya untuk Olahraga),
pastikan itu valid.
Sertifikat tingkat
Nasional dan Internasional punya bobot jauh lebih besar daripada tingkat RT/RW.
Dan ingat,
sertifikat harus relevan. Kalau daftar jurusan Seni Rupa, jangan lampirkan
sertifikat juara lomba makan kerupuk, ya.
Cek Ulang Template
Resmi
Setiap tahun, SNPMB
merilis panduan teknis portofolio. Kamu wajib unduh dokumen aslinya.
Jangan cuma percaya
kata teman atau info di TikTok yang mungkin sudah kadaluarsa.
Cek apakah harus
pakai background putih polos? Apakah harus pakai pakaian olahraga
sekolah? Detail kecil ini menunjukkan kedisiplinanmu.
Menyiapkan Mental
"Dosen Penguji"
Coba posisikan
dirimu sebagai dosen. Mereka mencari calon mahasiswa yang "tahan
banting" dan punya dasar yang kuat untuk dikembangkan.
Portofolio yang
menarik itu bukan yang terlihat paling "dewa" atau paling profesional
seperti seniman yang sudah berkarya 20 tahun. Bukan. Dosen mencari potensi.
Mereka mencari goresan tangan yang jujur, gerakan tubuh yang terlatih, dan
musikalitas yang peka.
Jadi, jangan minder
kalau karyamu belum sekelas profesional. Yang penting, karyamu menunjukkan progress
dan kesungguhan.
Triknya adalah
menunjukkan bahwa kamu adalah "gelas kosong" yang siap diisi, tapi
gelasnya berkualitas tinggi, bukan gelas retak.
FAQ
1. Apakah boleh menggunakan karya lama (misal waktu kelas 10) untuk portofolio SNBP?
2. Bagaimana jika saya tidak punya sertifikat lomba untuk dilampirkan dalam portofolio?
3. Apakah video portofolio olahraga harus diedit dengan efek-efek keren?
Perjalanan masuk
PTN lewat jalur SNBP itu memang terlihat enak karena tanpa tes tulis, tapi
percayalah, proses kurasi nilai dan portofolio ini adalah perjuangan yang
sunyi.
Bayangkan betapa
leganya perasaanmu nanti ketika membuka pengumuman dan melihat warna biru
bertuliskan "SELAMAT".
Semua jerih payahmu
begadang ngedit video, seharian melukis, atau latihan fisik di lapangan
panas-panasan, akan terbayar lunas.
Sebaliknya,
bayangkan rasa sesal yang menghantui kalau kamu tahu kamu gagal cuma karena
malas menulis deskripsi karya dengan benar atau salah upload file.
Mumpung masih ada
waktu, yuk bongkar lagi draft portofoliomu. Perbaiki detailnya, pertajam
deskripsinya, dan pastikan itu adalah versi terbaik dari dirimu.
Kamu sudah berjuang
sejauh ini, selesaikan dengan finishing yang cantik. Semangat ya, semoga
satu kursi di jurusan impian itu jadi milikmu!
📖 Lihat Sumber Informasi
02. Ruangguru - Ketentuan Portofolio SNBP dan UTBK SNBT
03. Lampung Cerdas - Bikin Portofolio SNBP yang Bikin Panitia Klepek-Klepek
04. Duniadosen - Portofolio Dosen (sebagai referensi perspektif akademisi)



