Teman Sekelas Kelihatan Lebih Jago? Ini Cara Berdamai dengan Rasa Insecure di Sekolah

Teman Sekelas Kelihatan Lebih Jago? Ini Cara Berdamai dengan Rasa Insecure di Sekolah

Sevenstar Digital - Insecure karena teman sekelas lebih pintar paling sering muncul saat ujian praktik atau presentasi, dan cara mengatasinya adalah mengalihkan fokus dari membandingkan hasil ke memperbaiki proses belajar sendiri.

Insecure akademik sering muncul saat ujian praktik atau presentasi kompetitif. Yang terlihat di depan kelas hanyalah hasil akhir, bukan proses latihan di belakangnya.

Saingan bisa diubah jadi teman belajar lewat ajakan belajar bareng yang tulus. Nilai akademik bukan satu satunya ukuran kemampuan atau masa depan seseorang.

 

Drama Evaluasi dan Ujian Praktik yang Bikin Overthinking

Rasa cemas menjelang ujian praktik biasanya memuncak saat melihat teman sejurusan tampil lancar di depan penguji, sementara giliranmu masih terasa belum siap.

Situasi ini sering terjadi di jurusan dengan presentasi langsung, misalnya saat siswa jurusan Bisnis Daring dan Pemasaran mempresentasikan Uji Kompetensi Keahlian.

Saat teman tampil percaya diri menjelaskan produk atau strategi pemasarannya dengan lancar, sementara kamu masih terbata bata menyusun kalimat, wajar kalau muncul pikiran kok dia bisa selancar itu sedangkan aku tidak. Pikiran ini biasanya muncul karena rasa cemas terhadap penilaian, bukan karena kamu benar benar kurang mampu.

Jangan Bandingin "Behind the Scenes" Kamu dengan "Highlight Reel" Mereka

Penampilan lancar teman di depan penguji hanyalah hasil akhir dari proses latihan panjang yang tidak kamu lihat, jadi membandingkannya dengan kondisi kamu yang baru mulai latihan tidak akan adil untuk dirimu sendiri.

Bisa jadi teman yang tampil mulus itu sudah berlatih berulang ulang di rumah, bahkan sampai begadang menghafal urutan presentasi. Kamu hanya melihat lima belas menit penampilannya di depan kelas, bukan berjam jam proses persiapan di belakangnya.

Membandingkan hasil akhir orang lain dengan proses awalmu sendiri hanya akan membuat penilaian terhadap dirimu jadi tidak akurat.

 

Baca Juga: Bongkar Rahasia Kerja Sat-Set: Tools & Hacks Biar Tugas Magang Selesai Lebih Cepat

 

Ubah Saingan Jadi Support System Belajar

Mengajak teman yang dianggap lebih unggul untuk belajar bareng justru membuka kesempatan mendapat ilmu dan sudut pandang baru secara gratis, yang ujungnya bisa menaikkan nilai sekaligus mempererat hubungan pertemanan.

Daripada terus diam diam membandingkan, coba ajak ngobrol santai dulu, misalnya menanyakan bagaimana cara dia menyiapkan presentasi atau topik yang masih sulit dipahami. Kebanyakan teman justru senang diajak diskusi karena merasa dihargai.

Dari obrolan itu, kamu bisa belajar cara pendekatan baru dalam memahami materi, sekaligus mengubah rasa tersaingi menjadi kolaborasi yang saling menguntungkan.

 

Baca Juga: Bingung Kerjain yang Mana Dulu? Ini Trik Bikin Skala Prioritas Biar Gak Berakhir Zonk

 

Fokus Pada Kelebihan Ekstrakurikuler atau Skill Lain

Nilai akademik hanyalah salah satu indikator kemampuan, bukan satu satunya penentu masa depan, sehingga kelebihan di bidang lain seperti organisasi, olahraga, atau seni tetap punya nilai yang sama pentingnya.

Kalau kamu merasa kalah di bidang akademik dibanding teman tertentu, coba lihat kembali pencapaianmu di bidang lain, misalnya pengalaman organisasi, kemampuan berbicara di depan umum lewat ekstrakurikuler, atau keterampilan teknis yang sudah kamu kuasai.

Banyak jalur kesuksesan yang tidak ditentukan murni dari angka di rapor, melainkan dari kombinasi skill dan karakter yang dibangun secara konsisten.

Teman Sekelas Kelihatan Lebih Jago? Ini Cara Berdamai dengan Rasa Insecure di Sekolah

Kesimpulan

Insecure karena teman sekelas lebih pintar adalah momen yang bisa dipakai untuk introspeksi, bukan untuk menjatuhkan semangat belajar sendiri.

Takeaways:

  • Sadari bahwa kamu hanya melihat hasil akhir teman, bukan proses latihannya.
  • Ubah rasa tersaingi jadi ajakan belajar bareng yang tulus.
  • Ingat bahwa nilai akademik bukan satu satunya ukuran kemampuan diri.

 

 

Penulis & Publikasi: Sholikhatun Nikmah (snn)

Postingan Terkait

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *