Kena Mental Pas Magang di Digital Agency? Gini Cara Mengatasi Insecure Sama Teman Sekantor
Sevenstar Digital -
Insecure saat magang
sering muncul karena hasil kerja teman intern lebih cepat disetujui mentor, dan
cara mengatasinya adalah menyadari setiap orang punya kecepatan belajar serta
spesialisasi yang berbeda.
Imposter
syndrome
saat magang wajar muncul ketika kerjaan sendiri sering direvisi. Setiap anak
magang biasanya punya kekuatan dan spesialisasi yang berbeda beda.
Mentor lebih baik
dianggap teman diskusi, bukan sosok yang harus ditakuti. Mencatat small wins
harian membantu membangun rasa percaya diri secara bertahap.
Saat Teman Intern
Dipuji Mentor, Sedangkan Kamu Disuruh Revisi
Insecure paling
sering muncul saat draf copywriting atau ide kontenmu kena banyak coretan
revisi dari mentor, sementara hasil kerja teman intern lain langsung disetujui
tanpa banyak perubahan.
Situasi ini bisa
terasa berat, apalagi kalau terjadi berulang dalam beberapa hari kerja. Penting
untuk diingat bahwa revisi bukan berarti kerjamu buruk secara permanen,
melainkan bagian normal dari proses belajar di dunia kerja yang sebenarnya.
Mentor yang kritis
sebenarnya sedang membantumu memahami standar yang dipakai di industri, meski
caranya kadang terasa menjatuhkan semangat di awal.
Baca Juga: Bingung Kerjain yang Mana Dulu? Ini Trik Bikin Skala Prioritas Biar Gak Berakhir Zonk
Ingat, Setiap Orang
Punya Spesialisasi Beda
Setiap anak magang
biasanya membawa kekuatan masing masing, ada yang lebih jago brainstorming
konsep, ada yang lebih kuat di penulisan, dan ada yang lebih unggul di desain
visual.
Daripada
menyimpulkan diri sendiri kalah secara umum, coba identifikasi spesialisasi
yang sebenarnya sudah kamu miliki.
Bisa jadi temanmu
memang lebih cepat dalam menulis caption, tapi kamu lebih kuat dalam menyusun
konsep besar sebuah kampanye. Mengenali kekuatan unik ini membantu kamu
berkontribusi dengan cara yang paling sesuai, bukan dengan memaksakan diri
menjadi sama seperti orang lain.
Jadikan Mentor Sebagai
Teman Diskusi, Bukan Momok Mengerikan
Mentor yang
terlihat kritis sebenarnya bisa jadi sumber belajar paling cepat kalau kamu
berani membuka diskusi dan meminta feedback secara langsung, bukan
menghindarinya karena takut dikritik.
Membangun
keberanian untuk bertanya, misalnya menanyakan alasan di balik revisi atau cara
memperbaiki kelemahan tertentu, biasanya jauh lebih efektif dibanding menebak
nebak sendiri di balik meja.
Kebanyakan mentor
justru menghargai anak magang yang aktif bertanya dibanding yang diam saja
meski sebenarnya bingung.
Baca Juga: Bongkar Rahasia Kerja Sat-Set: Tools & Hacks Biar Tugas Magang Selesai Lebih Cepat
Rutin Mencatat
"Small Wins" di Jurnal Harian
Mencatat pencapaian
kecil setiap hari, misalnya berhasil membuat satu caption yang akhirnya
disetujui, membantu memupuk rasa percaya diri secara bertahap dan lebih
realistis dibanding menunggu pencapaian besar.
Coba sediakan
catatan singkat, baik di buku maupun aplikasi catatan di ponsel, lalu tulis
satu hal kecil yang berhasil dilakukan hari itu. Kebiasaan ini membantu otak
melihat progres yang sebenarnya sudah terjadi, yang sering terlewat kalau fokus
hanya tertuju pada perbandingan dengan kerjaan teman lain.
Kesimpulan
Insecure saat
magang biasanya muncul karena membandingkan kecepatan belajar sendiri dengan
orang lain, padahal setiap anak magang punya jalur dan spesialisasi yang
berbeda.
Takeaways:
- Anggap
revisi sebagai bagian belajar, bukan bukti kegagalan.
- Kenali
spesialisasi pribadi dibanding memaksa menyamai kekuatan orang lain.
- Bangun
komunikasi terbuka dengan mentor untuk mempercepat proses belajar.
- Catat
small wins harian untuk melihat progres yang sering terlewat.
Penulis & Publikasi: Sholikhatun Nikmah (snn)

