Tools Gratis Buat Riset Tren TikTok & IG Biar Konten Klien Gampang FYP
Sevenstar Digital -
Riset tren TikTok dan Instagram secara gratis bisa dilakukan menggunakan
TikTok Creative Center dan Google Trends, dua platform publik yang menyediakan
data hashtag, lagu viral, dan pergerakan keyword tanpa biaya berlangganan.
TikTok
Creative Center menyediakan data hashtag, lagu, dan kreator trending
per region secara gratis. Google Trends membantu melihat pola pencarian visual
yang relevan untuk konten Instagram.
Riset data sebelum
eksekusi konten meningkatkan relevansi dan peluang konten masuk FYP. Kombinasi
dua tools ini sudah cukup untuk menyusun
brief konten berbasis data yang meyakinkan mentor.
Jangan Bikin Konten
Pakai Insting, Gunakan Data!
Membuat konten
berdasarkan feeling semata adalah kesalahan paling umum yang dilakukan anak
magang di agensi, dan hasilnya hampir selalu sama: konten yang tidak relevan,
engagement rendah, dan klien kecewa.
Bagi mahasiswa
Informatika dan Bisnis Digital, kemampuan membaca data analitik adalah
keunggulan kompetitif yang nyata. Algoritma TikTok dan Instagram tidak bekerja
secara acak.
Keduanya
mendistribusikan konten berdasarkan sinyal relevansi yang bisa diukur: hashtag
yang tepat, format yang sedang naik, dan timing yang sesuai dengan perilaku
audiens target.
Data dari
Influencer Marketing Hub 2024 menunjukkan bahwa konten yang dibuat berdasarkan
riset tren memiliki peluang 2,3 kali lebih tinggi untuk mendapatkan organic
reach yang signifikan dibanding konten yang dibuat tanpa landasan data. Angka
ini berlaku baik untuk TikTok maupun Instagram Reels.
Kabar baiknya: kamu
tidak perlu berlangganan tools analitik mahal. Semua data yang kamu butuhkan
sudah tersedia gratis.
Bongkar Fitur TikTok
Creative Center yang Wajib Dikuasai Anak Agensi
TikTok Creative
Center adalah platform riset tren gratis yang dikembangkan langsung oleh TikTok
untuk membantu kreator dan marketer memahami konten apa yang sedang performa
tinggi di platform mereka.
Fitur utama yang
langsung berguna:
Trending Hashtags.
Kamu bisa melihat
hashtag mana yang sedang naik di Indonesia (atau region lain) dalam periode 7
hari, 30 hari, hingga 120 hari terakhir. Filter berdasarkan industri tersedia.
Mulai dari fashion,
food, hingga tech. Ini memungkinkan kamu memilih hashtag yang relevan dengan
niche klien, bukan sekadar hashtag yang ramai secara umum.
Baca Juga: Review Jujur Tools AI Gratis untuk Konten Medsos: Worth It atau Cuma Hype?
Trending Songs.
Lagu atau audio
yang dipakai di konten viral bukan kebetulan. TikTok Creative Center
menampilkan audio mana yang sedang dipakai di jutaan video, termasuk proyeksi
apakah tren audio itu sedang naik atau mulai turun.
Memasukkan audio
yang tepat ke dalam brief konten klien bisa menjadi pembeda yang signifikan.
Top Ads.
Fitur ini
menampilkan iklan TikTok yang sedang performa tinggi di berbagai industri. Buat
anak agensi yang perlu referensi format iklan atau tonalitas konten branded,
ini adalah perpustakaan inspirasi gratis yang diperbarui setiap hari.
Keuntungan langsung
untuk anak magang:
kamu tidak perlu tebak-tebakan tren. Semua data ada, bisa disertakan langsung
dalam laporan atau brief yang kamu serahkan ke mentor, dan itu membuat
proposalmu punya landasan yang jauh lebih kuat dari sekadar "katanya lagi
viral".
![]() |
| Mahasiswa tersenyum melihat handphone di koridor |
Mengintip Tren IG Lewat
Google Trends & Instagram Explore
Google Trends dan
Instagram Explore bekerja sebagai komplemen yang saling melengkapi untuk riset
konten Instagram. Keduanya gratis dan memberikan data dari sudut pandang yang
berbeda.
Google Trends untuk
keyword visual Instagram memungkinkan kamu melihat seberapa sering sebuah
istilah dicari di Google dalam periode tertentu. Relevansinya ke Instagram?
Konten yang sedang banyak dicari orang di Google biasanya juga sedang naik di
Instagram, karena keduanya mencerminkan minat audiens yang sama.
Baca Juga: Panduan Lengkap Google NotebookLM: Asisten Riset AI Pintar untuk Kelola Dokumen
Cara pakainya
sat-set:
- Buka Google Trends dan masukkan
keyword niche klien (contoh: "skincare routine" atau
"outfit OOTD")
- Filter region ke Indonesia dan
set periode 90 hari terakhir
- Scroll ke bawah dan lihat
"Related Queries" — ini adalah pertanyaan dan topik turunan yang
sedang dicari orang, dan semuanya bisa jadi ide konten yang relevan
- Bandingkan dua keyword
sekaligus untuk tahu mana yang sedang lebih tinggi minatnya
Instagram Explore digunakan untuk
validasi visual. Setelah kamu punya keyword dari Google Trends, cek apakah
konten dengan format dan visual serupa sedang ramai di Explore. Kalau iya, kamu
sudah punya konfirmasi dua lapis (data pencarian dan validasi platform) sebelum
brief konten kamu finalisasi.
Kombinasi ini tidak
membutuhkan akun premium, tidak ada biaya, dan sudah cukup untuk menghasilkan
brief konten yang terasa berbasis data, bukan sekadar feeling.
Kesimpulan
Riset tren TikTok
dan Instagram bukan langkah opsional, ini adalah fondasi dari konten yang punya
peluang nyata untuk performa baik.
TikTok Creative
Center memberikan data hashtag, audio, dan format yang sedang naik, sementara
Google Trends dan Instagram Explore melengkapinya dengan gambaran minat audiens
yang lebih luas.
Kuasai dua tools
ini, dan kamu sudah punya satu keunggulan besar dibanding anak magang lain yang
masih mengandalkan insting.
Penulis & Publikasi: Sholikhatun Nikmah (snn)


