Jual Mahal Hard Skill dan Tools Favoritmu di CV Biar Kelihatan Paling Paham Industri
Sevenstar Digital -
Skill CV anak magang
sebaiknya dibagi jelas antara hard skill dan soft skill, ditulis secara
spesifik beserta nama tools yang dikuasai selama PKL, bukan sekadar istilah
umum.
Hard skill adalah kemampuan teknis yang bisa diukur,
sedangkan soft skill berkaitan dengan karakter dan cara kerja. Menyebutkan nama
tools secara spesifik lebih kuat dibandingkan istilah umum seperti
"mengerti AI" atau "bisa komputer".
Tingkat kemahiran
sebaiknya ditulis dengan istilah sederhana seperti beginner, intermediate, atau
advanced, tanpa progress bar visual. Skill yang relevan dengan lowongan
membantu CV lebih mudah ditemukan sistem ATS
berbasis kata kunci.
Format file CV juga
berperan terhadap apakah skill yang ditulis bisa terbaca dengan baik oleh
sistem maupun manusia.
Apa Perbedaan Hard
Skill dan Soft Skill di CV?
Hard skill adalah
kemampuan teknis yang bisa diukur dan dipelajari, seperti penggunaan software
tertentu, sedangkan soft skill berkaitan dengan karakter dan cara berinteraksi
seperti komunikasi atau kerja tim.
Banyak siswa PKL
mencampuradukkan kedua jenis skill ini dalam satu daftar tanpa pembeda yang
jelas. Padahal, HRD dan sistem ATS biasanya mencari hard skill yang sesuai
dengan kebutuhan teknis posisi, sementara soft skill lebih sering dikonfirmasi
lewat wawancara atau pengamatan langsung selama bekerja.
Contoh hard skill:
pengoperasian aplikasi desain, penggunaan spreadsheet untuk pengolahan data,
penulisan konten, atau penguasaan bahasa pemrograman dasar. Contoh soft skill:
komunikasi, manajemen waktu, kemampuan bekerja dalam tim, atau adaptasi terhadap
instruksi baru.
Memisahkan dua
kategori ini dalam CV, misalnya dengan sub bagian "Hard Skill" dan
"Soft Skill", membuat HRD lebih mudah memindai kemampuan yang paling
relevan dengan kebutuhan mereka.
Bagaimana Cara
Menyebutkan Tools dan Teknologi Secara Spesifik?
Cara menyebutkan
tools dan teknologi secara spesifik adalah dengan menulis nama aplikasi,
platform, atau metode kerja yang benar-benar digunakan selama PKL, bukan
istilah umum yang terlalu luas.
Banyak CV anak
magang hanya menulis "mengerti AI" atau "bisa media sosial"
tanpa detail lebih jauh. Penulisan seperti ini kurang memberi gambaran konkret
tentang kemampuan yang sebenarnya dimiliki. Akan jauh lebih kuat jika
dituliskan secara spesifik, misalnya:
- Pemanfaatan prompt AI untuk
kebutuhan produksi konten visual dan video.
- Implementasi schema markup
sederhana, seperti FAQ schema, untuk kebutuhan SEO dasar.
- Keyword clustering untuk
menyusun struktur konten pada sebuah blog atau website.
- Penggunaan spreadsheet untuk
menyusun laporan data harian atau mingguan.
Penyebutan tools
secara spesifik juga membantu CV lebih relevan di mata sistem ATS, karena
sistem ini umumnya mencocokkan kata kunci pada CV dengan kata kunci yang
tercantum di deskripsi lowongan. Semakin spesifik dan sesuai konteks, semakin
besar kemungkinan CV lolos tahap penyaringan awal.
Baca Juga: Bongkar Rahasia Menyulap Tugas Harian PKL Jadi Pengalaman Kerja Keren di CV
Bagaimana Mengukur
Tingkat Kemahiran Skill Secara Jujur?
Tingkat kemahiran
skill sebaiknya diukur secara jujur menggunakan istilah sederhana seperti
beginner, intermediate, atau advanced, tanpa menggunakan progress bar visual
yang sifatnya subjektif.
Progress bar
berbentuk grafik batang sering digunakan di template CV kreatif, namun cara ini
cenderung subjektif dan tidak benar-benar menggambarkan level kemampuan secara
akurat. Selain itu, elemen grafis semacam ini juga berisiko tidak terbaca
dengan baik oleh sistem ATS.
Sebagai gantinya,
gunakan label yang lebih jelas:
- Beginner: baru mengenal
dasar-dasarnya, masih membutuhkan bimbingan dalam penggunaannya.
- Intermediate: sudah bisa
menggunakan secara mandiri untuk tugas sehari-hari.
- Advanced: sudah terbiasa
menggunakan untuk tugas yang lebih kompleks dan bisa membantu orang lain
memahaminya.
Kejujuran dalam
menentukan level ini penting, karena HRD atau atasan di tempat kerja baru
kemungkinan besar akan mengecek kemampuan tersebut secara langsung saat mulai
bekerja.
![]() |
| CV ATS Friendly |
Mengapa Format
Pengiriman CV Juga Memengaruhi Keterbacaan Skill oleh ATS?
Format pengiriman
CV memengaruhi keterbacaan skill oleh ATS karena sistem ini lebih mudah membaca
teks dalam format tertentu dibandingkan format lain yang bisa mengubah tata
letak.
Sebagus apa pun
daftar skill dan tools yang ditulis, semuanya bisa kurang optimal jika format
file yang dikirim tidak sesuai.
Beberapa sumber
karier, termasuk yang mengutip data Zety, menyebutkan bahwa CV dalam format PDF
memiliki kemungkinan sekitar 45 persen lebih besar untuk terbaca dengan baik
dibandingkan format Word, karena format PDF cenderung mempertahankan tata letak
asli saat dibuka di perangkat atau sistem yang berbeda.
Selain format file,
hindari menempatkan daftar skill di dalam elemen grafis seperti gambar atau
ikon, karena beberapa sistem ATS tidak bisa membaca teks yang tertanam dalam
gambar. Tulis skill dalam bentuk teks biasa agar lebih mudah terbaca, baik oleh
sistem maupun oleh HRD yang membacanya secara manual.
Baca Juga: Bikin HRD Jatuh Cinta di Detik Pertama, Trik Menulis Deskripsi Diri CV yang Nendang
Kesimpulan
Skill CV anak
magang akan lebih kuat jika dipisahkan jelas antara hard skill dan soft skill,
ditulis dengan nama tools yang spesifik, dan diberi label tingkat kemahiran
yang jujur.
Jangan lupa
mengirim CV dalam format yang ramah ATS agar semua skill yang sudah disusun
rapi benar-benar terbaca dengan baik.
Penulis & Publikasi: Sholikhatun Nikmah (snn)


