Meneladani Gus Dur, Gus Rofii Gelar Haul dengan Spirit Kemanusiaan di Kediri
.webp)
KEDIRI — Bagi Muhammad Rofii Mukhlis atau yang akrab disapa Gus Rofii, Owner Kampung Family Resto, mengenang sosok KH Abdurrahman Wahid bukan sekadar rutinitas seremonial.
Lebih dari itu, peringatan Haul ke-16 Gus
Dur dimaknainya sebagai ruang untuk menghadirkan kembali nilai-nilai
kemanusiaan, toleransi, dan keberpihakan kepada masyarakat kecil dalam
kehidupan sehari-hari.
Pemaknaan tersebut diwujudkan melalui rangkaian kegiatan sosial yang
akan digelar pada 28–29 Desember 2025 di Kampung Family Resto,
Kediri. Kegiatan ini terbuka untuk umum dan dirancang sebagai perjumpaan sosial
yang inklusif, menghadirkan makan gratis, sembako terjangkau, serta pasar
rakyat yang melibatkan pelaku usaha mikro dan kecil.

Dalam kegiatan itu, panitia menyiapkan 2.025 porsi makan gratis yang dibagikan kepada warga. Angka tersebut bukan tanpa makna, melainkan simbol harapan dan doa agar semangat kebersamaan terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat.
Selain itu, pasar rakyat yang digelar selama dua hari juga menjadi ruang bagi UMKM lokal untuk memperkenalkan produk mereka secara langsung kepada pengunjung.
Baca juga: Kampung Family Resto: Inovasi Kuliner dan UMKM Kediri yang Berbuah Penghargaan
Gus Rofii melihat teladan Gus Dur sebagai inspirasi lintas ruang—agama, budaya, dan latar sosial. Menurutnya, keberagaman tidak perlu diseragamkan, melainkan dirawat melalui sikap saling menghormati.
Nilai itulah yang ingin
dihadirkan dalam peringatan haul, dengan menghadirkan kegiatan yang dapat
dinikmati semua kalangan tanpa sekat.
Sebagai pemilik Kampung Family Resto, Gus Rofii memang kerap
mengaitkan aktivitas usaha dengan kepedulian sosial. Rumah makan yang berlokasi
di Jalan Erlangga, Desa Katang, Kecamatan Ngasem, tersebut dikenal tidak hanya
sebagai tempat kuliner, tetapi juga ruang perjumpaan keluarga dan komunitas.
Beroperasi selama 24 jam, tempat ini kerap menjadi lokasi berbagai kegiatan
sosial, keagamaan, hingga kebudayaan.
Ragam menu yang ditawarkan—mulai dari hidangan Timur Tengah seperti nasi
kebuli hingga menu Nusantara—menjadi bagian dari konsep keterbukaan yang
diusung. Begitu pula dengan fasilitas dan tata ruang yang dirancang ramah
keluarga, mencerminkan upaya menghadirkan ruang publik yang aman dan nyaman
bagi siapa pun.
Dalam pandangan Gus Rofii, keteladanan Gus Dur justru paling relevan
ketika diwujudkan dalam tindakan sederhana. “Berbagi makanan, membuka ruang
dialog, mendukung UMKM—itu semua bagian dari dakwah kemanusiaan,” ujarnya.
Melalui Haul ke-16 Gus Dur ini, Gus Rofii berharap masyarakat tidak hanya mengenang sosok Presiden ke-4 RI sebagai tokoh besar bangsa, tetapi juga terus menghidupkan nilai-nilai yang diperjuangkannya.
Nilai tentang keberanian membela yang lemah, kesediaan mendengar yang berbeda, serta keyakinan bahwa kemanusiaan adalah fondasi utama kehidupan berbangsa. (lsa)

