Pentingnya Riset Pasar dalam Bisnis Pariwisata

Pentingnya Riset Pasar dalam Bisnis Pariwisata

💡 Ringkasan Artikel

Riset pasar bisnis pariwisata bukan sekadar membaca data, tetapi memahami perubahan perilaku wisatawan. Bisnis yang bertahan adalah yang paling peka membaca manusia di balik kunjungan.

 

Bisnis pariwisata sering terlihat menjanjikan di awal, lalu perlahan kehilangan denyut. Bukan karena tempatnya memburuk, tetapi karena pelakunya gagal membaca perubahan manusia yang datang ke sana.

 


Kenapa Banyak Bisnis Pariwisata Mati Pelan-Pelan

Banyak usaha wisata ramai saat baru dibuka. Antrean panjang. Foto berseliweran di media sosial. Lalu sepi. Tidak mendadak. Pelan-pelan.

Kesalahan paling umum adalah mengira wisata cukup dijual dengan pemandangan. Gunung tetap di situ. Sungai tetap mengalir. Tapi cara orang berwisata berubah cepat.

Yang berubah bukan alamnya, melainkan perilaku wisatawan. Cara mereka memilih, menunda, bahkan membatalkan perjalanan.

Bisnis pariwisata bukan soal lokasi. Tapi soal membaca manusia yang datang ke lokasi itu.

 

”Sevenstar

Riset Pasar dalam Bisnis Pariwisata Bukan Sekadar Data

Riset pasar bisnis pariwisata sering dipersempit menjadi angka. Usia. Asal daerah. Penghasilan. Semua penting, tapi tidak cukup.

Yang lebih menentukan justru alasan mereka liburan, emosi yang dicari, dan ketakutan sebelum memutuskan booking. Termasuk alasan kenapa mereka batal datang tanpa pernah mengeluh.

Dalam riset bisnis pariwisata, wisatawan rafting bukan sekadar penyuka olahraga ekstrem. Banyak dari mereka mencari pelarian dari tekanan kerja, momen kebersamaan, atau validasi sosial.

Riset pasar bukan sekadar spreadsheet. Ia adalah usaha memahami psikologi wisatawan.

 


Jenis Riset Pasar yang Relevan untuk Bisnis Pariwisata

Riset Sebelum Membuka atau Mengembangkan Produk

Banyak pelaku usaha mengembangkan produk tanpa memastikan masalahnya nyata. Pasar bisnis pariwisata sering kali sudah penuh, tapi belum menjawab kebutuhan spesifik.

Homestay banyak, tapi pengalaman privat minim. Wisata alam melimpah, tapi rasa aman keluarga kurang diperhatikan.

 

Riset Saat Bisnis Sudah Berjalan

Bisnis bisa terlihat normal, padahal sinyal bahaya sudah muncul. Wisatawan datang sekali lalu tak kembali.

Perilaku seperti menyimpan konten promosi tanpa melakukan pemesanan adalah petunjuk penting. Pesannya menarik, tapi belum cukup relevan.

 

Riset Saat Penjualan Menurun

Penurunan omzet jarang murni karena harga. Lebih sering karena pesan yang disampaikan tidak lagi sejalan dengan kondisi pasar.

Tren bergeser. Daya beli berubah. Atau pesaing lebih paham cara membingkai solusi.

 

Melihat Ulasan Sambil Menikmati Pemandangan
Melihat Ulasan Sambil Menikmati Pemandangan

Cara Riset Pasar Murah untuk UMKM Pariwisata

Riset bisnis tidak selalu membutuhkan survei formal. Banyak insight justru muncul dari pengamatan sederhana.

Baca ulasan Google dan perhatikan kalimat negatif atau menggantung. Cermati pertanyaan yang berulang di DM media sosial. Amati konten kompetitor yang paling sering disimpan.

Di lapangan, perhatikan jam kedatangan wisatawan, siapa yang mereka ajak, dan spot mana yang paling sering difoto.

Riset terbaik sering dilakukan dengan mata dan telinga pemilik usaha.

 


Mengubah Hasil Riset Menjadi Keputusan Bisnis

Banyak riset berhenti di catatan. Tidak sampai ke keputusan. Padahal nilai riset ada pada perubahan.

Hasil riset harus memengaruhi produk, harga, narasi promosi, dan alur pelayanan. Bukan sekadar laporan internal.

Jika wisatawan takut kelelahan, jangan menjual tantangan. Jual rasa aman dan terkontrol. Itu strategi mengembangkan usaha pariwisata yang masuk akal.

Kita ambil contoh, usaha rafting yang mengalami sepi pengunjung di hari kerja. Sungai tetap sama. Peralatannya layak.

Riset kecil menunjukkan perusahaan membutuhkan aktivitas team bonding. Solusinya bukan diskon acak, melainkan paket korporat dengan pendekatan pengembangan tim.

Paket weekday dan framing sebagai solusi SDM mengubah masalah menjadi peluang usaha pariwisata.

 

Tim Rafting Bersama di Sungai Tropis
Tim Rafting Bersama di Sungai Tropis

Kesalahan Umum dalam Riset Bisnis Pariwisata

Banyak pelaku usaha merasa sudah memahami pasar karena lingkungan sekitar bilang bagus. Insting dijadikan pegangan tanpa validasi.

Kesalahan lain adalah mengikuti tren tanpa tahu siapa pembelinya. Semua wisatawan dianggap sama, padahal kebutuhannya berbeda.

Masalahnya bukan kekurangan data, tetapi salah membaca makna.

 


FAQ Seputar Riset Pasar dalam Pariwisata

Riset pasar pariwisata adalah proses mengumpulkan dan menganalisis data tentang wisatawan, tren perjalanan, dan kebutuhan pasar untuk membantu pelaku wisata mengambil keputusan bisnis yang tepat.
1.Identifikasi masalah dan tujuan riset
2.Pengumpulan data (survei, wawancara, observasi)
3.Analisis data dan temuan
4.Penarikan kesimpulan dan rekomendasi strategi
Riset pasar adalah kegiatan memahami perilaku dan preferensi konsumen. Contohnya: survei kepuasan wisatawan, analisis tren liburan, atau studi minat pengunjung terhadap destinasi wisata tertentu.


Alam bisa tetap indah bertahun-tahun. Selera wisatawan berubah tiap musim.

Di industri pariwisata Indonesia, yang bertahan bukan yang paling bagus lokasinya, tetapi yang paling peka membaca manusia. Dan riset pasar adalah alat kepekaan itu.


Referensi Tulisan: 01. Cara Tepat Melakukan Riset Pasar Pariwisata Langkah demi Langkah - Konsultan Pariwisata
02. Riset Pasar: Pengertian, Tujuan, Jenis, dan Caranya - Populix
Referensi Gambar: Ilustrasi dibuat menggunakan teknologi AI.
✍️ Ditulis oleh Asher Angelica (ica)

Postingan Terkait

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *